Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov menyatakan komitmen pemerintahnya untuk mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan serta integritas teritorial di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral di Bishkek, Kirgizstan, pada Senin (27/4/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini melibatkan Belousov dan Menteri Pertahanan Iran, Brigjen Tale-Nik Reza, untuk membahas penguatan kerja sama pertahanan kedua negara. Dilansir dari Kompas, Rusia menegaskan kesiapan untuk memberikan bantuan timbal balik tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.
Andrey Belousov menekankan bahwa penyelesaian krisis harus tetap mengutamakan jalur negosiasi dibandingkan kekuatan militer. Kepastian ini muncul saat situasi geopolitik di kawasan tersebut semakin memanas akibat keterlibatan militer asing.
"Kami mendukung penyelesaian konflik secara eksklusif melalui cara-cara diplomatik. Kami mendukung kedaulatan dan integritas teritorial Iran," kata Belousov dikutip TASS.
Mantan Wakil Perdana Menteri Rusia tersebut juga memberikan dorongan moral kepada militer Teheran dalam menghadapi tekanan eksternal yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa Moskow tidak akan tinggal diam terhadap tantangan yang menimpa sekutunya tersebut.
"Saya harap rakyat Iran dan miiternya diberi kekuatan untuk mengatasi semua tantangan yang dihadapi. Kami siap melakukan apa pun untuk mengatasi masalah ini," lanjut Belousov.
Diskusi di Kirgizstan tersebut juga menyoroti kebuntuan dialog antara Washington dan Teheran mengenai akses maritim di kawasan strategis. Iran secara tegas menolak melanjutkan negosiasi selama blokade di Selat Hormuz oleh Amerika Serikat belum dicabut.
Sebagai langkah diplomasi terbaru, pemerintah Iran mengirimkan proposal perdamaian baru kepada Amerika Serikat pada Senin (27/4/2026). Dokumen tersebut mensyaratkan penghapusan blokade dan pemisahan isu program nuklir dari agenda perundingan utama.
Namun, pihak Amerika Serikat menunjukkan sikap keras terhadap permintaan Iran tersebut, terutama mengenai pengembangan teknologi nuklir. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan komitmen negaranya untuk membatasi kapabilitas nuklir Iran secara permanen.
"Kami harus memastikan setiap perjanjian yang dibuat, setiap kesepakatan yang dibuat, akan mencegah mereka dari mendapatkan senjata nuklir kapan pun," kata Rubio dalam wawancara bersama Fox News via AP, Senin (27/2).