Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp17.501 pada Selasa (12/5/2026) akibat sentimen negatif pasar global. Kondisi ini diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok nasional seperti cabai rawit merah yang menembus Rp68.650 per kilogram di berbagai daerah.
Dilansir dari Suara, mata uang Garuda di pasar spot mengalami penurunan sebesar 87 poin atau 0,50 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Pelemahan ini juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang menetapkan nilai rupiah pada angka Rp17.415 per dolar AS.
Keluarnya aliran modal asing dalam jumlah besar menjadi faktor utama tekanan terhadap nilai tukar domestik saat ini. Penurunan tajam tersebut dipicu oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memengaruhi persepsi para pelaku pasar di sektor keuangan.
"Pengumuman MSCI memicu aliran modal asing keluar (outflow) yang cukup deras. Investor cenderung menghindari aset berisiko di pasar domestik, yang pada akhirnya menekan nilai tukar kita secara signifikan," ujar Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures.
Bersamaan dengan fluktuasi mata uang, data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan PIHPS Bank Indonesia menunjukkan tren kenaikan harga komoditas pangan secara serentak. Tekanan ekonomi kian terasa seiring meningkatnya biaya hidup masyarakat di sektor konsumsi dasar.
Harga beras kualitas super I kini tercatat mencapai Rp16.950 per kg, sementara beras kualitas bawah mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen menjadi Rp14.950 per kg. Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas bumbu dapur yang memberikan dampak besar terhadap inflasi.
Cabai rawit merah melonjak hingga 7,52 persen, sedangkan cabai rawit hijau meroket hampir 11 persen dengan harga Rp54.150 per kg. Selain itu, harga gula pasir lokal kini dibanderol Rp19.250 per kg dan minyak goreng curah naik ke posisi Rp20.800 per kg di pasar tradisional.
| Komoditas | Harga Per Kilogram |
|---|---|
| Cabai Rawit Merah | Rp68.650 |
| Cabai Rawit Hijau | Rp54.150 |
| Minyak Goreng Curah | Rp20.800 |
| Gula Pasir Lokal | Rp19.250 |
| Beras Kualitas Super I | Rp16.950 |
| Beras Kualitas Bawah | Rp14.950 |
| Telur Ayam Ras | Rp31.350 |
Telur ayam ras turut menyumbang beban konsumen dengan harga yang mencapai Rp31.350 per kg. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap munculnya inflasi dari barang impor (imported inflation) akibat depresiasi rupiah yang terjadi secara berkelanjutan di pertengahan Mei 2026.