Rupiah Menguat ke Rp16.642 Seiring Ekspansi Manufaktur Indonesia

Rupiah Menguat ke Rp16.642 Seiring Ekspansi Manufaktur Indonesia
Foto: Ilustrasi Rupiah Menguat ke Rp16.642 Seiring Ekspansi Manufaktur Indonesia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat 21 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp16.642 pada Selasa (2/12/2025) pagi pukul 09.48 WIB. Penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh rilis data manufaktur domestik yang impresif serta pelemahan indeks dolar global.

Dilansir dari Investortrust, performa positif rupiah selaras dengan penguatan mata uang regional lainnya seperti ringgit Malaysia yang naik 0,01 persen dan peso Filipina sebesar 0,24 persen. Sebaliknya, yuan China, rupee India, yen Jepang, dan won Korea Selatan justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada periode yang sama.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS di awal Desember terjadi karena pelaku pasar mengantisipasi kebijakan moneter bank sentral AS. Fokus investor tertuju pada potensi penurunan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) yang diperkirakan sebesar 25 basis poin dengan peluang mencapai 87 persen.

Sentimen eksternal juga dipengaruhi oleh kabar pergantian kepemimpinan di bank sentral AS. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyebutkan bahwa Presiden terpilih Donald Trump kemungkinan akan mengumumkan nama Kevin Hasset sebagai pengganti Jerome Powell sebelum perayaan Natal mendatang.

Kondisi ekonomi domestik memberikan dukungan kuat bagi penguatan nilai tukar melalui sektor riil. S&P Global mencatat indeks manajer pembelian atau PMI Manufaktur Indonesia melonjak ke angka 53,3 pada November 2025, yang merupakan level tertinggi sepanjang tahun 2025 berkat kenaikan volume output dan pesanan industri.

Selain aktivitas manufaktur yang terus ekspansif dalam empat bulan terakhir, ketahanan ekonomi nasional didukung oleh neraca perdagangan. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 24,24 miliar pada Oktober 2025, yang turut menjaga stabilitas aliran modal masuk.

Pergerakan nilai tukar rupiah untuk sisa hari perdagangan diprediksi tetap fluktuatif namun berpotensi ditutup pada zona hijau. Mata uang domestik diperkirakan akan berakhir pada rentang harga Rp16.630 hingga Rp16.670 per dolar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi