Rupiah Menguat ke Rp16.677 per Dolar AS Akibat Ekspektasi Suku Bunga

Rupiah Menguat ke Rp16.677 per Dolar AS Akibat Ekspektasi Suku Bunga
Foto: Ilustrasi Rupiah Menguat ke Rp16.677 per Dolar AS Akibat Ekspektasi Suku Bunga.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat 11 poin atau sebesar 0,06 persen ke level Rp16.677 pada penutupan perdagangan Selasa sore (9/12/2025). Apresiasi mata uang Garuda ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya proyeksi pemangkasan suku bunga global, sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo memberikan pandangan mengenai dinamika pasar mata uang saat ini. Menurutnya, pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh tarik-menarik sentimen domestik dan global.

"Di satu sisi, rupiah masih berada di bawah tekanan setelah menyentuh sekitar Rp 16.700, didorong oleh kekhawatiran kebijakan moneter dovish BI dan arus keluar modal asing yang berkelanjutan," kata Sutopo.

Pelemahan indeks dolar di pasar global dinilai menjadi faktor utama peredam tekanan terhadap mata uang domestik. Situasi ini dipicu oleh optimisme investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih longgar dalam waktu dekat.

"Sentimen bearish pada dolar AS ini memberikan peluang bagi rupiah untuk menguji batas bawah perdagangan atau support kuat di Rp 16.650 per US$" kata Sutopo.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menambahkan data spesifik terkait ekspektasi pasar terhadap langkah Federal Reserve (The Fed). Pasar berjangka saat ini memperhitungkan potensi penurunan suku bunga yang signifikan.

"Namun, ada kehati-hatian di antara beberapa investor karena sinyal beragam dari para pembuat kebijakan, yang baru-baru ini menggarisbawahi ketidakpastian seputar kekuatan ekonomi AS yang membuka kemungkinan siklus pelonggaran yang lebih bertahap atau tertunda," kata Ibrahim.

Artikel terkait

Rekomendasi