Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat sebesar 0,30 persen ke posisi Rp17.320 pada perdagangan sore hari ini, Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Market, tren positif mata uang Garuda ini sejalan dengan penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.
Data RTI Infokom menunjukkan bahwa sepanjang hari ini rupiah bergerak pada rentang harga Rp17.292 hingga Rp17.372 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar global terhadap aset-aset berisiko di kawasan regional.
Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatatkan kenaikan, termasuk yuan China yang naik 0,17 persen dan baht Thailand sebesar 0,28 persen. Sebaliknya, won Korea menjadi satu-satunya mata uang yang tercatat melemah 0,21 persen pada perdagangan hari ini.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa merosotnya indeks dolar dipicu oleh munculnya harapan akan berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Para pelaku pasar merespons positif kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Kondisi pasar saat ini juga sangat dipengaruhi oleh penantian data Klaim Pengangguran Awal serta pidato dari pejabat Bank Sentral AS, The Fed. Investor bersiap menyambut laporan ketenagakerjaan AS periode April yang dijadwalkan rilis pada Jumat (8/5) sebagai dasar kebijakan suku bunga mendatang.
Dari sisi domestik, kenaikan harga energi global terus memberikan tekanan fiskal yang signifikan bagi pemerintah. Lonjakan biaya ini memicu wacana mengenai kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
ÔÇØDengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas,ÔÇØ kata Ibrahim, Direktur Traze Andalan Futures.
Pemerintah dikabarkan terus mengkaji opsi penyesuaian harga BBM bersubsidi sebagai langkah darurat demi menyelamatkan ruang fiskal. Meski demikian, kebijakan tersebut akan menjadi pilihan terakhir karena berisiko menekan daya beli masyarakat secara luas.
Untuk perdagangan hari esok, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun tetap memiliki kecenderungan menguat. Mata uang domestik diperkirakan bakal berada pada rentang Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS.