Rupiah Menguat 52 Poin Terhadap Dolar AS pada Rabu Sore

Rupiah Menguat 52 Poin Terhadap Dolar AS pada Rabu Sore
Foto: Ilustrasi Rupiah Menguat 52 Poin Terhadap Dolar AS pada Rabu Sore.

Nilai tukar rupiah berhasil menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu sore, 20 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Investor Daily, mata uang Indonesia tersebut ditutup menguat sebanyak 52 poin setelah sempat mengalami tekanan pada awal perdagangan.

Pergerakan rupiah sore ini berakhir di posisi Rp 17.653 per dolar AS. Padahal, mata uang garuda sempat melemah 25 poin dari penutupan sebelumnya yang berada pada level Rp 17.703, serta dibuka merosot 37 poin atau sekitar 0,21 persen ke level Rp 17.743 per dolar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa apresiasi mata uang rupiah ditopang oleh kombinasi sentimen positif dari dalam maupun luar negeri. Faktor internal utama dipicu oleh langkah berani Bank Indonesia yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Kebijakan moneter tersebut turut mengerek suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility ke posisi 6,25 persen. Langkah agresif Bank Indonesia ini sekaligus mengakhiri tren mempertahankan suku bunga acuan yang sebelumnya sudah berjalan selama 8 bulan berturut-turut.

Sementara itu, sentimen eksternal dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah. Isyarat perdamaian menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik bersenjata tersebut akan selesai dalam waktu yang sangat singkat.

"(Pernyataan Trump) meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut," kata Ibrahim, Direktur PT. Traze Andalan Futures.

Pihak Gedung Putih melalui Wakil Presiden AS JD Vance turut menambahkan bahwa proses diplomasi kedua negara telah membuahkan kemajuan. Kedua belah pihak dikabarkan sama-sama berkomitmen untuk menghindari konfrontasi militer lebih lanjut di wilayah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi