Rupiah Melemah ke Rp17.141 per Dolar AS Akibat Tekanan Pasar Asia

Rupiah Melemah ke Rp17.141 per Dolar AS Akibat Tekanan Pasar Asia
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp17.141 per Dolar AS Akibat Tekanan Pasar Asia.

Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,08 persen ke posisi Rp17.141 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (15/4/2026) pukul 09.26 WIB. Pelemahan mata uang lokal ini terjadi seiring dengan dominasi tekanan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia, seperti dilansir dari Investortrust.

Koreksi terhadap dolar AS tidak hanya dialami rupiah, melainkan juga menimpa yen Jepang sebesar 0,11 persen, yuan China 0,05 persen, dolar Hong Kong 0,04 persen, rupee India 0,7 persen, dan dolar Singapura 0,02 persen. Sebaliknya, mata uang baht Thailand dan ringgit Malaysia justru berhasil menguat masing-masing sebesar 0,27 persen dan 0,18 persen.

Kondisi pasar keuangan global saat ini sedang dipengaruhi oleh penurunan indeks dolar AS atau DXY ke level 98 yang menandai pelemahan selama tujuh sesi berturut-turut. Penurunan ini menyentuh posisi terendah sejak akhir Februari sebelum konflik antara Amerika Serikat dan Iran pecah.

Perkembangan tersebut turut didorong oleh dinamika di dalam negeri Paman Sam, termasuk imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang merosot 4,54 basis poin ke level 4,25 persen. Selain itu, data ketenagakerjaan dari ADP menunjukkan pertumbuhan solid dengan penambahan 39.250 lapangan kerja pada pekan yang berakhir 28 Maret.

Dari sisi inflasi, harga produsen AS mencatat peningkatan sebesar 0,5 persen secara bulanan pada Maret 2026, berada di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksikan kenaikan 1,1 persen. Sementara harga barang melonjak 1,6 persen akibat kenaikan biaya energi sebesar 8,5 persen yang dipicu konflik Iran, sektor jasa dilaporkan stagnan setelah sempat naik 0,3 persen pada Februari.

Artikel terkait

Rekomendasi