Rupiah Melemah ke Rp17.541 Usai Rebalancing Indeks MSCI Mei 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.541 Usai Rebalancing Indeks MSCI Mei 2026
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp17.541 Usai Rebalancing Indeks MSCI Mei 2026.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan ke posisi Rp17.541,5 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan ini terjadi menyusul pengumuman hasil rebalancing indeks Mei 2026 oleh MSCI Inc. di tengah apresiasi indeks dolar AS yang menguat ke level 98,30.

Dilansir dari Market, mata uang Garuda terkoreksi sebesar 13 poin atau setara 0,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tren negatif ini juga diikuti oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia, termasuk yen Jepang yang turun 0,05 persen dan won Korea yang melemah 0,29 persen.

Tekanan terhadap rupiah semakin berat akibat ketidakpastian global dan meningkatnya permintaan aset aman. Research and Development ICDX, Tiffani Safinia menjelaskan bahwa pergerakan rupiah yang menembus level psikologis Rp17.500 dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga tinggi Federal Reserve yang bertahan lebih lama.

"Ada peningkatan permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia. Pasar juga menanti arah data inflasi AS yang akan menentukan kebijakan moneter The Fed ke depan," ujarnya Tiffani Safinia, Research and Development ICDX.

Selain faktor global, sentimen domestik terkait aliran modal asing dan transparansi pasar modal turut memengaruhi persepsi investor. Dampak rebalancing MSCI yang menghapus sejumlah saham emiten besar Indonesia meningkatkan sikap hati-hati para pelaku pasar keuangan.

"Namun, pelemahan ini memberi sisi positif terbatas bagi eksportir karena meningkatkan daya saing harga produk di pasar internasional," tambahnya Tiffani Safinia, Research and Development ICDX.

Dari sisi pasar saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ditutup melemah 0,92 persen ke level 6.905,5 pada perdagangan sebelumnya. Kondisi ini diperparah dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp659 miliar di pasar reguler.

"Sentimen pasar sempat membaik setelah penundaan rencana kenaikan tarif royalti tambang, namun kembali tertekan setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap berlaku mulai Juni 2026," katanya Tiffani Safinia, Research and Development ICDX.

Daftar Saham Indonesia dalam Rebalancing MSCI Mei 2026
Kategori IndeksStatusNama Emiten
MSCI Global Standard IndexDihapusAMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, AMRT
MSCI Small Cap IndexDitambahkanAMRT
MSCI Small Cap IndexDihapusANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, TAPG

Lembaga penyedia indeks MSCI Inc. tidak memasukkan satu pun saham baru asal Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Index dalam tinjauan Mei 2026 ini. Keputusan tersebut memberikan tekanan jual tambahan bagi pasar modal Indonesia menjelang akhir bulan Mei mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi