Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp16.690 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (10/12/2025) di Cikarang. Penurunan ini terjadi saat pelaku pasar global sedang mencermati stabilitas indeks dolar AS dan menunggu arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS atau DXY bergerak stabil di posisi 99,22 hingga pukul 09.28 WIB sebagaimana dilansir dari Investortrust. Meskipun rupiah tertekan, mata uang AS justru melemah terhadap yen Jepang sebesar 0,15 persen, yuan China 0,01 persen, rupee India 0,22 persen, serta euro dan poundsterling masing-masing 0,01 persen dan 0,04 persen.
Kondisi berbeda terlihat pada mata uang Asia Tenggara lainnya, di mana dolar AS tercatat menguat terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,14 persen dan baht Thailand sebesar 0,03 persen. Tekanan pada rupiah dipicu oleh sikap investor yang sedang menantikan pengumuman suku bunga dari the Fed yang diprediksi akan turun sebesar 25 basis poin (bps) di penghujung tahun ini.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengungkapkan bahwa situasi di internal otoritas moneter Amerika Serikat saat ini masih diwarnai perbedaan pandangan mengenai langkah pelonggaran kebijakan.
"Para pembuat kebijakan masih terbelah, dengan sebagian mendorong pelonggaran lebih lanjut untuk menopang pasar yang melambat, sementara yang lain berhati-hati bahwa penurunan suku bunga terlalu cepat dapat memicu kembali inflasi," kata Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri.
Andry menambahkan bahwa pasar saat ini menaruh ekspektasi sebesar 87 persen terhadap pemangkasan suku bunga tersebut, melonjak dari proyeksi 67 persen pada bulan sebelumnya. Namun, ketidakpastian diprediksi masih akan berlanjut hingga tahun 2026 mendatang akibat adanya sinyal kehati-hatian dari pimpinan bank sentral.
"Powell memberi sinyal kehati-hatian terhadap pelonggaran lanjutan di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan," jelas Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri.
Data ekonomi AS menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun ke depan tetap stabil di angka 3,2 persen pada November 2025 dengan kondisi pasar tenaga kerja yang tetap solid. Lowongan pekerjaan di AS tercatat tumbuh menjadi 7,67 juta pada Oktober, memperkuat proyeksi pergerakan nilai tukar rupiah hari ini yang diperkirakan berada dalam rentang Rp16.645 hingga Rp16.710 per dolar AS.