Rupiah Melemah ke Rp17.904 Imbas Konflik AS-Iran

Rupiah Melemah ke Rp17.904 Imbas Konflik AS-Iran
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp17.904 Imbas Konflik AS-Iran.

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan tajam hingga menyentuh angka Rp17.904 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (29/5/2026) pagi. Lonjakan mata uang asing ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah serta kondisi perekonomian domestik yang kurang kondusif.

Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 10.45 WIB yang dilansir dari Suara, mata uang Indonesia tersebut terkoreksi sebesar 103 poin atau setara 0,58 persen. Tren negatif ini membuat posisi rupiah semakin mendekati level psikologis baru di angka Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi kemerosotan mata uang garuda ini dipengaruhi oleh dinamika geopolitik internasional yang melibatkan serangan militer terbaru. Konflik bersenjata tersebut secara langsung memicu penguatan index dolar AS terhadap mayoritas mata uang global.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa memanasnya hubungan bilateral antara negara adidaya dan Timur Tengah menjadi faktor utama pelemahan ini.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian," kata Lukman.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap mata uang lokal juga diperparah oleh rilis indikator makroekonomi dalam negeri yang negatif. Lonjakan defisit pada transaksi berjalan serta penurunan cadangan devisa nasional mempercepat laju depresiasi rupiah.

"Ini mengingat perkembangan seputar Timur Tengah masih penuh dengan ketidakpastian serta sentimen domestik yang masih negatif," tandas Lukman.

Keperkasaan dolar AS tidak hanya menekan rupiah, melainkan juga memicu depresiasi massal pada mata uang di kawasan Asia lainnya. Mayoritas mata uang negara tetangga terpantau bergerak melemah secara simultan pada perdagangan pagi hari yang sama.

Won Korea Selatan mencatatkan koreksi terdalam sebesar 0,49 persen, disusul ringgit Malaysia yang menyusut 0,24 persen, dan baht Thailand yang turun 0,23 persen. Selanjutnya, peso Filipina melemah 0,17 persen, sementara yen Jepang dan yuan China masing-masing mengalami penurunan tipis sebesar 0,05 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi