Rupiah Melemah ke Level Rp 17.528 Per Dolar AS Selasa Sore

Rupiah Melemah ke Level Rp 17.528 Per Dolar AS Selasa Sore
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Level Rp 17.528 Per Dolar AS Selasa Sore.

Nilai tukar rupiah tercatat mengalami pelemahan sebesar 114 poin terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh angka Rp 17.528 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang sempat membawa mata uang Garuda merosot hingga 120 poin dari posisi sebelumnya di level Rp 17.414.

Data perdagangan menunjukkan rupiah mengawali hari dengan pelemahan 75 poin atau sekitar 0,43 persen ke posisi Rp 17.489 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat dilaporkan menguat 0,15 persen menuju level 98.106 sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memberikan proyeksi bahwa pergerakan mata uang domestik masih akan berada dalam kondisi yang tidak menentu untuk sesi berikutnya.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.520 - Rp 17.580," ungkap Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures.

Ibrahim menjelaskan bahwa kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik di Timur Tengah menjadi beban utama bagi penguatan rupiah. Selain itu, kebijakan sanksi AS terhadap sejumlah individu dan perusahaan di Hong Kong, Uni Emirat Arab, serta Oman yang memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke Tiongkok turut meningkatkan risiko pelemahan.

Dari faktor domestik, kondisi ekonomi diperberat oleh penurunan sektor manufaktur Indonesia pada April 2026 yang merupakan kontraksi pertama dalam sembilan bulan terakhir. Hal ini dipicu oleh rendahnya permintaan pasca-liburan serta gangguan pada rantai pasok global.

"Sentimen juga terpukul oleh penurunan sektor manufaktur Indonesia pada bulan April, yang pertama dalam sembilan bulan, karena melemahnya permintaan pasca-liburan dan meningkatnya tekanan produksi akibat guncangan geopolitik dan pasokan," beber Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures.

Kekhawatiran pasar semakin bertambah seiring munculnya kabar mengenai evaluasi indeks global oleh MSCI. Investor kini tengah menanti kepastian mengenai bobot saham Indonesia dalam indeks tersebut yang berpotensi mengalami pengurangan.

"Ditambah hari ini pasar akan mencermati pengumuman dari MSCI terkait potensi penurunan bobot Indoneia dalam indeks global tersebut," tambahnya Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures.

Situasi nilai tukar yang telah menembus angka psikologis Rp 17.500 per dolar AS ini juga memicu koordinasi intensif antara Presiden Prabowo Subianto dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk memantau stabilitas moneter nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi