Rupiah Melemah Picu Potensi Kenaikan Harga Tahu Tempe

Rupiah Melemah Picu Potensi Kenaikan Harga Tahu Tempe
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah Picu Potensi Kenaikan Harga Tahu Tempe.

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS berpotensi memicu kenaikan harga tahu dan tempe di pasar domestik akibat ketergantungan tinggi pada bahan baku impor. Berdasarkan pantauan pada Jumat (15/5/2026) pukul 12.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.601 per dollar AS atau melemah 0,40 persen, sebagaimana dilansir dari Money.

Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri sangat dominan mengingat sekitar 90 persen kedelai di Indonesia berasal dari Amerika Serikat. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan impor kedelai nasional pada 2025 mencapai 2,56 juta ton, sementara produksi lokal terus mengalami penurunan signifikan.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa kebutuhan nasional mencapai 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun. Namun, kemampuan produksi dalam negeri tercatat hanya mampu menyumbang sekitar 200.000 hingga 300.000 ton saja.

ÔÇ£Artinya lebih dari 85 persen dipenuhi impor. Dengan struktur seperti ini, setiap depresiasi rupiah misalnya bergerak di kisaran Rp 17.000 per dollar AS langsung meningkatkan biaya bahan baku di dalam negeri tanpa ada buffer produksi domestik,ÔÇØ kata M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF.

Rizal juga menyoroti beban tambahan bagi perajin yang muncul dari kenaikan harga kemasan plastik akibat naiknya harga minyak global. Plastik berbasis resin terdampak langsung oleh Indonesian Crude Price yang kini berada di atas 100 dollar AS per barrel.

ÔÇ£Plastik berbasis resin yang diturunkan dari minyak mengalami kenaikan harga seiring Indonesian Crude Price (ICP) yang sudah menembus di atas 100 dollar AS per barrel,ÔÇØ ujar M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF.

Dampak kenaikan biaya produksi ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha di daerah, termasuk perajin di Kabupaten Ponorogo. Kondisi ini memaksa para pengusaha kecil untuk mengambil langkah strategis agar tetap bisa beroperasi di tengah fluktuasi harga bahan baku.

ÔÇ£Ini berdampak langsung ke biaya kemasan tempe, yang selama ini sering dianggap komponen kecil tetapi dalam agregat cukup signifikan bagi UMKM,ÔÇØ kata Hadi Prayitno, pengrajin tempe di Dusun Kledang.

Di sisi lain, upaya menjaga kepastian pasokan dilakukan melalui penguatan kerja sama dagang antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat. Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo), Hidayatullah Suralaga, menyatakan dukungan terhadap komitmen pasokan kedelai jangka panjang.

ÔÇ£Komitmen pembelian kedelai merupakan bagian dari upaya untuk menjamin kepastian pasokan kedelai nasional dan menjaga kelancaran distribusinya,ÔÇØ ujar Hidayatullah Suralaga, Ketua Akindo.

Hidayatullah menambahkan bahwa jaminan pasokan hingga 3,5 juta ton per tahun diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kedelai nasional. Hal ini dianggap sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi serta daya saing produk olahan kedelai di pasar ekspor.

ÔÇ£Komitmen ini dapat memperkuat ekosistem industri kedelai nasional. Dengan pasokan yang lebih terjamin, pelaku usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan lapangan pekerjaan,ÔÇØ tutup Hidayatullah Suralaga, Ketua Akindo.

Artikel terkait

Rekomendasi