Rupiah Melemah ke Rp17.394 Akibat Data Ekonomi Domestik Mengecewakan

Rupiah Melemah ke Rp17.394 Akibat Data Ekonomi Domestik Mengecewakan
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp17.394 Akibat Data Ekonomi Domestik Mengecewakan.

Nilai tukar rupiah tercatat merosot hingga ke posisi Rp17.394 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026) sore akibat rilis data ekonomi domestik yang berada di bawah ekspektasi pasar. Dilansir dari Suara, pelemahan mata uang Garuda ini mencapai 0,33 persen dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah di pasar spot menunjukkan tren negatif setelah pada penutupan pekan lalu masih bertahan di level Rp17.345 per dolar AS. Sementara itu, Bank Indonesia melalui kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menetapkan nilai tukar rupiah di angka Rp17.368 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa kemerosotan nilai tukar ini sangat dipengaruhi oleh sentimen internal yang melemah pasca pengumuman indikator ekonomi nasional.

"Rupiah berbalik melemah cukup besar terhadap dolar AS setelah data-data ekonomi yang sangat mengecewakan," ujar Lukman.

Penurunan kinerja perdagangan internasional menjadi salah satu sorotan utama karena sektor ekspor dan impor Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam. Selain itu, angka inflasi tahunan menunjukkan penurunan signifikan dari posisi 3,48 persen menjadi 2,42 persen yang memicu ketidakpastian kebijakan moneter.

"Peluang perlemahan rupiah kedepannya masih sangat terbuka," tandas Lukman.

Tekanan terhadap mata uang di kawasan Asia terjadi secara luas, di mana Baht Thailand mencatatkan koreksi terdalam sebesar 0,45 persen. Pelemahan ini diikuti oleh rupiah sebesar 0,33 persen, Peso Filipina 0,19 persen, Dolar Singapura 0,15 persen, serta Rupee India yang turun 0,13 persen.

Di tengah kondisi tersebut, Ringgit Malaysia menjadi satu-satunya mata uang regional yang menguat dengan kenaikan 0,35 persen terhadap dolar AS. Kekuatan mata uang Amerika Serikat sendiri tercermin dari kenaikan indeks dolar (DXY) ke level 98,25 dari posisi awal di angka 98,15.

Artikel terkait

Rekomendasi