Rupiah Melemah ke Rp16.646 Saat Pasar Menanti Kebijakan Federal Reserve

Rupiah Melemah ke Rp16.646 Saat Pasar Menanti Kebijakan Federal Reserve
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Rp16.646 Saat Pasar Menanti Kebijakan Federal Reserve.

Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat hingga mencapai level Rp16.646 per dolar AS berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). Penurunan ini dipicu oleh sentimen pasar global yang mengantisipasi kebijakan dovish dari bank sentral AS pada akhir tahun 2025.

Pelemahan mata uang garuda ini terjadi seiring dengan munculnya data ekonomi Amerika Serikat yang memperkuat peluang pemangkasan suku bunga acuan. Dilansir dari Investortrust, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin telah mencapai angka 90 persen untuk pertemuan the Fed mendatang.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan di AS memberikan pengaruh besar terhadap arah kebijakan moneter. Laporan ADP menunjukkan penyusutan jumlah tenaga kerja swasta sebanyak 32.000 pada November 2025 yang lalu.

Fokus investor kini tertuju pada indikator inflasi lainnya yang akan dirilis oleh otoritas keuangan di Amerika Serikat. Ibrahim menambahkan bahwa Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) menjadi tolok ukur utama yang dinantikan untuk mengonfirmasi langkah the Fed.

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh dinamika pergantian kepemimpinan di internal bank sentral AS. Pembatalan wawancara sejumlah kandidat pengganti Jerome Powell dilaporkan memperkuat posisi Kevin Hassett yang dipandang akan membawa sikap lebih longgar terhadap suku bunga.

Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada pada kisaran 5 persen hingga 5,1 persen untuk tahun 2025. Sedangkan untuk periode tahun 2026, para ekonom memperkirakan angka pertumbuhan tetap stabil di level 5,1 persen.

Guna mencapai target pertumbuhan pada kuartal IV-2025, pemerintah Indonesia didorong untuk melakukan akselerasi belanja negara secara masif. Diperlukan realisasi anggaran sebesar Rp934 triliun dalam sisa waktu dua bulan terakhir tahun 2025 demi mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Langkah percepatan belanja fiskal ini dianggap krusial sesuai dengan outlook yang telah disampaikan oleh pemerintah. Besaran belanja tersebut dinilai akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan struktur ekonomi di penghujung tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi