Rupiah Melemah ke Level Rp17.361 per Dolar AS

Rupiah Melemah ke Level Rp17.361 per Dolar AS
Foto: Ilustrasi Rupiah Melemah ke Level Rp17.361 per Dolar AS.

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 28 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.361 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (1/5/2026) pagi. Depresiasi mata uang Garuda ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS yang terpantau naik 0,16 persen ke posisi 98,22.

Kondisi pelemahan mata uang lokal ini sejalan dengan tren yang terjadi pada mayoritas mata uang di Asia Tenggara, sebagaimana dilansir dari Market. Tercatat dolar Singapura, baht Thailand, dan ringgit Malaysia masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS pada waktu yang bersamaan.

Berbeda dengan kawasan Asia Tenggara, beberapa mata uang di wilayah Asia lainnya justru menunjukkan performa positif. Yen Jepang menguat 0,06 persen, yuan China naik 0,01 persen, dan won Korea Selatan mencatatkan penguatan signifikan sebesar 7,88 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa dominasi indeks dolar saat ini dipicu oleh sentimen positif investor mengenai peluang berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini merujuk pada pernyataan pihak Iran yang tengah menelaah usulan perdamaian secara resmi.

Ibrahim juga menyoroti fokus pelaku pasar yang hari ini tertuju pada rilis data Klaim Pengangguran Awal serta pernyataan pejabat The Fed. Investor sedang mengantisipasi laporan ketenagakerjaan AS periode April yang dijadwalkan terbit pada Jumat (8/5) sebagai dasar kebijakan suku bunga bank sentral.

Dari sisi domestik, Ibrahim menyebut adanya potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak akibat beban fiskal yang kian berat. Tekanan ini muncul karena harga energi global yang tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik dunia yang berkepanjangan.

ÔÇØDengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas,ÔÇØ katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Langkah penyesuaian harga BBM bersubsidi dinilai menjadi opsi yang tersedia bagi pemerintah meskipun tetap menjadi pilihan terakhir. Kebijakan tersebut memerlukan pertimbangan matang karena akan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat luas.

Pergerakan nilai tukar pada hari ini diprediksi tetap fluktuatif namun berpotensi ditutup pada zona hijau. Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak menguat di rentang Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS hingga penutupan perdagangan.

Artikel terkait

Rekomendasi