Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Mata uang Garuda berisiko ditutup pada kisaran harga Rp17.150 hingga Rp17.300.
Berdasarkan data RTI Infokom yang dikutip dari Market, rupiah sebelumnya telah terkoreksi 0,19 persen atau turun 32 poin. Posisi tersebut membawa rupiah ke level Rp17.243 per dolar AS pada penutupan Selasa, 28 April 2026.
Pada saat yang sama, indeks dolar AS menunjukkan penguatan sebesar 0,26 persen menuju posisi 98,65. Pelemahan mata uang lokal ini terjadi di tengah terdepresiasinya mayoritas mata uang di kawasan Asia Tenggara.
Peso Filipina mencatatkan penurunan terdalam terhadap dolar AS sebesar 0,91 persen, disusul oleh rupee India yang melemah 0,38 persen. Baht Thailand juga terkoreksi 0,50 persen, sementara dolar Singapura turun 0,16 persen.
Kondisi serupa dialami yuan China yang melemah 0,14 persen dan dolar Taiwan yang terdepresiasi 0,22 persen. Yen Jepang juga tercatat mengalami tren penurunan sebesar 0,16 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Sebaliknya, beberapa mata uang Asia lainnya justru menguat tipis. Dolar Hong Kong naik 0,02 persen, sementara won Korea Selatan dan ringgit Malaysia masing-masing menguat sebesar 0,01 persen.
Sentimen Risk Off Global
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik disebabkan oleh meningkatnya sentimen risk off. Faktor utamanya adalah meredupnya prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Laporan mengenai ketidakpuasan Donald Trump terhadap proposal damai Iran memicu ketidakpastian baru. Hal ini membuat investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.
"Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus menekan mayoritas mata uang emerging markets, termasuk rupiah," ujar Lukman pada Selasa, 28 April 2026.
Intervensi Bank Indonesia
Meskipun berada dalam tren melemah, pergerakan rupiah diperkirakan akan tetap dalam rentang yang terbatas. Para pelaku pasar kini tengah memperhatikan langkah-langkah yang diambil oleh otoritas moneter dalam negeri.
Bank Indonesia dikabarkan akan terus melakukan intervensi di pasar secara intensif. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta menekan volatilitas yang dianggap berlebihan di tengah ketidakpastian global.
Sentimen pasar yang berubah-ubah terhadap perkembangan geopolitik membuat aliran dana investor cenderung hati-hati. Lukman Leong memproyeksikan rupiah akan tetap fluktuatif dengan kisaran teknikal yang spesifik.
"Secara teknikal, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS," ujar Lukman.
Data Terkini Perdagangan
Pada pukul 13.32 WIB, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dengan pelemahan sebesar 0,47 persen atau 81,5 poin. Nilai tukar berada pada posisi Rp17.324 per dolar AS dengan indeks dolar menguat 0,10 persen ke level 98,74.
Sebelumnya, pada pembukaan pukul 09.06 WIB, rupiah sudah dibuka melemah 0,19 persen di posisi Rp17.243 per dolar AS. Saat pembukaan tersebut, indeks dolar terpantau masih stagnan pada level 98,64.