Nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami penguatan sebesar 0,24 persen ke level Rp 17.383 per dollar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (6/5/2026). Pergerakan positif ini membawa mata uang Garuda naik dari posisi penutupan sebelumnya di area Rp 17.424 per dollar AS.
Dilansir dari Money, tren penguatan nilai tukar juga melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia pada perdagangan pagi yang sama. Won Korea Selatan mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 0,76 persen, disusul oleh dollar Taiwan yang menguat 0,37 persen dan peso Filipina yang naik 0,31 persen.
Apresiasi mata uang regional berlanjut dengan ringgit Malaysia yang menguat 0,26 persen serta baht Thailand sebesar 0,24 persen. Sementara itu, dollar Singapura naik 0,16 persen, yen Jepang terdongkrak 0,12 persen, dan dollar Hong Kong menguat tipis 0,004 persen terhadap dollar AS.
Kinerja positif pasar valuta asing tersebut sejalan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut menguat pada Rabu pagi. Indeks tercatat naik 37,122 poin atau 0,53 persen ke level 7.094,228 setelah dibuka pada posisi 7.086,340.
IHSG sempat menyentuh area tertinggi di level 7.117,192 dengan titik terendah pada angka 7.049,920. Penguatan indeks didorong oleh 313 saham yang berada di zona hijau, sementara 237 saham melemah dan 176 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas bursa terpantau ramai dengan volume transaksi mencapai 10,540 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 4,825 triliun. Frekuensi perdagangan di pasar modal Indonesia pada pagi ini menyentuh angka 635.336 kali transaksi.