Masalah ECU Paksa Rudy SL Berhenti di Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru

Masalah ECU Paksa Rudy SL Berhenti di Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru
Foto: Ilustrasi Masalah ECU Paksa Rudy SL Berhenti di Kejurnas Rally 2026 Banjarbaru.

Pereli Rudy SL dan co-driver Adi Wibowo terpaksa menyudahi perlombaan lebih awal pada putaran perdana Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally 2026 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (10/5/2026). Kegagalan teknis pada mobil Citroen C3 R5 menjadi penyebab utama pasangan ini tidak dapat melanjutkan kompetisi di Kelas RC2.

Dilansir dari Otomotif, kendala tersebut muncul tepat saat kendaraan hendak memasuki area servis setelah Rudy SL bersaing ketat selama empat Special Stage (SS). Meskipun sempat menunjukkan performa kompetitif melawan rival di kategori FIA Rally2, mesin mobil tiba-tiba tidak dapat dihidupkan kembali.

Rudy SL menjelaskan kronologi insiden yang dialaminya saat mesin kehilangan daya secara mendadak di lokasi servis.

"Jadi pada saat mau masuk ke service, mobil tidak bisa dihidupkan. Pada saat distarter, sempat hidup dan kemudian mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan kembali. Kami belum tahu ada masalah apa di mobil tersebut," ujar Rudy SL, dalam keterangan resminya.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh Adi Wibowo dengan mendorong mobil menuju Time Control (TC) guna menghindari hukuman penalti waktu. Tim mekanik bahkan telah mengganti 25 komponen mesin, namun akses terhadap sistem Electronic Control Unit (ECU) yang terkunci menghambat proses diagnosis kerusakan lebih lanjut.

Situasi semakin sulit bagi tim karena ketiadaan pendampingan langsung dari pengembang kendaraan asal luar negeri pada seri pembuka ini.

"Sejujurnya saya sangat menyayangkan kami tidak bisa memperbaiki kerusakan tersebut. Setelah berkoordinasi dengan tim engginer dari Sport and You yang mendevelop mobil ini, mereka memang sedang berhalangan hadir karena waktunya berbenturan dengan jadwal WRC Portugal," kata Rudy SL.

Guna menghadapi putaran berikutnya, evaluasi menyeluruh dijadwalkan akan dilakukan dengan mendatangkan tenaga ahli teknis ke Indonesia. Penyesuaian jadwal sedang disusun agar tim engineer dapat memeriksa secara mendalam integritas sistem pada Citroen C3 R5 tersebut.

"Kami telah berkomitmen untuk mengatasi masalah ini. Tim engineer nantinya akan datang ke Indonesia, dan saat ini kami masih berkoordinasi untuk menyesuaikan jadwal mereka untuk bisa mengecek sistem mobil tersebut," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi