Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menunjuk Luke Thomas Mahony untuk memimpin badan pengelola ekspor sumber daya alam (SDA), PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Kabar mengenai penunjukan ini diungkapkan setelah adanya pertemuan penting di Istana Negara.
Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan keputusan tersebut seusai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto. Informasi ini dilansir dari Investor Daily pada Kamis (21/05/2026) siang.
"Untuk saat ini Luke Thomas (Mahony)," ujar Rosan kepada awak media di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/05/2026).
Meskipun demikian, Rosan masih belum membeberkan alasan mendetail di balik penetapan posisi baru untuk Luke Thomas Mahony tersebut. Pihak manajemen saat ini sedang fokus dalam melakukan penguatan struktur internal organisasi.
"Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan fullnya tim. Bisa dilihat track record nya apa, kemampuannya jelas gitu. seperti kita bangun Danantara dulu," ujarnya.
Sebelum mandat baru ini keluar, Luke Thomas Mahony tercatat sudah mengemban tanggung jawab di Danantara Indonesia. Ia menduduki posisi sebagai SEVP Business Performance & Optimization sejak September 2025.
Rekam jejak karier Luke Thomas Mahony di industri ini juga mencakup posisi strategis di perusahaan lain. Ia pernah memegang jabatan sebagai Chief Strategy & Technical Officer di Vale Indonesia selama periode Juli 2024 hingga Juli 2025.
Jauh sebelum berkarier di Indonesia, ia mengemban tugas sebagai Chief Technical Officer di Vale Base Metals pada tahun 2022 hingga 2024. Luke Thomas Mahony merupakan lulusan sarjana Mining Engineering di Universitas New South Wales, Australia.
Di samping gelar sarjana, ia juga menyelesaikan tiga program magister di perguruan tinggi yang sama. Ketiganya meliputi Master of Commerce - Finance, Master of Mining Engineering, serta Master of Geomechanics.