Rombongan Mobil Pejabat Picu Kemacetan di Tanjakan Sitinjau Lauik

Rombongan Mobil Pejabat Picu Kemacetan di Tanjakan Sitinjau Lauik
Foto: Ilustrasi Rombongan Mobil Pejabat Picu Kemacetan di Tanjakan Sitinjau Lauik.

Rombongan mobil yang diduga membawa pejabat terekam kamera menghentikan arus lalu lintas demi berswafoto di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Sumatra Barat, pada Senin, 13 April 2026. Aksi tersebut memicu kemacetan panjang karena kendaraan lain, termasuk truk bermuatan besar, terpaksa berhenti di tengah tanjakan dan tikungan tajam yang berbahaya.

Berdasarkan laporan video viral yang dilansir dari Detik Oto, rombongan yang terdiri dari model kendaraan Toyota Fortuner dan Kijang Innova tersebut mendapat pengawalan ketat dari mobil patroli polisi. Petugas pengawal terlihat membunyikan sirene berkali-kali saat beberapa orang turun dari mobil untuk berpose di tengah jalan.

Tindakan rombongan ini memicu kritik tajam dari masyarakat karena dilakukan di titik yang dikenal sebagai area rawan kecelakaan. Para pengguna jalan dari kedua arah harus menunggu proses pengambilan foto selesai di area yang memiliki sudut kemiringan cukup curam tersebut.

Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), menyatakan bahwa Sitinjau Lauik merupakan kawasan yang sangat berisiko akibat tikungan tajam dan permukaan jalan yang licin. Menurutnya, area tersebut seharusnya bebas dari kendaraan yang berhenti dengan sengaja tanpa alasan darurat.

"Nggak semua mobil bisa melewati dengan aman tanpa panduan. Banyak kendaraan juga yang mengalami kecelakaan akibat gagal nanjak atau gagal ngerem," kata Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC) kepada Detik Oto.

Sony juga mengkritik peran petugas kepolisian yang memfasilitasi kegiatan dokumentasi tersebut di lokasi yang tidak tepat. Ia menegaskan bahwa fungsi petugas bukan sekadar mengawal, melainkan juga memberikan edukasi keselamatan dan mencegah potensi bahaya bagi pengguna jalan lain.

Penegasan mengenai bahaya berhenti di jalur tanjakan ini didasari pada risiko teknis kendaraan, di mana truk yang terhenti di tengah tanjakan memiliki risiko tinggi mengalami gagal rem atau mundur. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai identitas pejabat yang berada dalam rombongan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi