Ringgit Malaysia Menguat ke Level 3,95 Terhadap Dolar AS

Ringgit Malaysia Menguat ke Level 3,95 Terhadap Dolar AS
Foto: Ilustrasi Ringgit Malaysia Menguat ke Level 3,95 Terhadap Dolar AS.

Mata uang Ringgit Malaysia mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta sejumlah mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat, 17 April 2026 pagi. Kenaikan nilai tukar ini dipicu oleh kokohnya sentimen domestik menjelang pengumuman estimasi awal pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, ringgit berada di posisi 3,9505/9565 per dolar AS pada pukul 08.00 waktu setempat. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari Kamis sebelumnya yang berada di level 3,9520/9560 per dolar AS.

Kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Dr Mohd Afzanizam Abdul Rashid, memberikan proyeksi bahwa pergerakan mata uang tersebut akan tetap stabil. Menurut penjelasannya, ringgit kemungkinan besar akan bertahan pada kisaran RM 3,95 sepanjang hari ini seiring dengan fokus pasar pada data makroekonomi.

"Semua perhatian tertuju pada estimasi awal PDB kuartal I-2026, dengan proyeksi median sebesar 5,5% (kuartal IV 2025: 6,3%). Data ini berpotensi mendukung penguatan ringgit," ujar Mohd Afzanizam dikutip dari Bernama.

Selain faktor internal, situasi geopolitik internasional turut memberikan pengaruh positif bagi aset-aset di negara berkembang. Afzanizam menyoroti perkembangan negosiasi diplomatik di Timur Tengah yang memberikan angin segar bagi para pelaku pasar di bursa global.

"Dari sisi global, ia menambahkan bahwa optimisme terhadap putaran kedua perundingan AS-Iran serta peluang tercapainya gencatan senjata permanen dapat meningkatkan sentimen risiko, yang pada akhirnya mendukung mata uang negara berkembang termasuk ringgit," kata Mohd Afzanizam.

Di pasar regional, ringgit juga menunjukkan keunggulan terhadap pound sterling yang bergerak di level 5,3431/3512 serta euro pada posisi 4,6537/46608. Mata uang ini juga menguat terhadap yen Jepang, dolar Singapura, baht Thailand, dan peso Filipina, sementara nilai tukarnya terhadap rupiah terpantau stabil pada kisaran 230,5/230,9.

Berbeda dengan tren penguatan ringgit, rupiah Indonesia justru mengalami tekanan hebat pada siang hari yang sama. Mata uang Garuda tercatat melemah 0,27 persen atau merosot 47 poin ke level Rp 17.185 per dolar AS, yang menjadi titik terendah dalam sejarah.

Artikel terkait

Rekomendasi