Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Masa Bakti 2026-2029, Reynaldo Bryan, berkomitmen menghapus dikotomi pusat serta daerah guna memajukan pengusaha lokal. Langkah strategis ini digaungkan dalam acara silaturahmi akbar bertajuk Malam Kolaborasi Daerah pada Jumat (15/5) malam di Plataran Senayan, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Pertemuan yang diusung menjelang Musyawarah Nasional (Munas) BPP Hipmi ke-XVIII tersebut dihadiri oleh belasan pimpinan Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi seluruh Indonesia. Selain para pimpinan daerah, agenda ini juga dihadiri oleh tokoh muda nasional Kaesang Pangarep, Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari, serta jajaran Mantan Ketua Umum BPP Hipmi.
Dalam pidatonya, Reynaldo Bryan mengapresiasi kehadiran para tokoh dan pimpinan daerah sembari merefleksikan perjalanan karier organisasinya yang berawal dari tingkat daerah.
"Kisah saya dimulai dari 9 tahun lalu di masa Ketum Bahlil, berangkat dari BPD HipmiI Papua Barat. Saya berproses menjadi Bendahara Umum BPD Hipmi Papua Barat, lalu dipertemukan dengan Ketum Akbar Himawan Buchari, hingga hari ini berdiri di sini mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPP Hipmi," kenang Reynaldo.
Penghapusan dikotomi pusat dan daerah dinilai krusial agar pelaku usaha di daerah mampu menjadi penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
"Hipmi harus jadi lokomotif utama untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. Tidak ada rumus pertumbuhan ekonomi yang berhasil kalau kita tidak menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru di daerah. Itulah mengapa visi yang kita bawa adalah P.A.T.E.N," tegas Reynaldo.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembentukan ekosistem yang dapat meningkatkan kapasitas serta nilai tawar pengusaha daerah di sektor strategis pemerintahan.
"Kalau kita buat satu ekosistem, kita berdayakan, dan naikkan kelasnya, kita akan siap. Pengusaha itu harus punya nilai yang kuat, harus konkret. Saya berharap ke depan akan ada lebih banyak lagi pengusaha daerah yang bisa memimpin sebagai Ketua Umum, sehingga pemerataan benar-benar berjalan dengan baik," tambahnya.
Visi yang diusung oleh Reynaldo ini mendapatkan respons positif dari jajaran pengurus daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut.
"Ketum Rey sangat mengerti, perhatian, dan peduli dengan sesama pengusaha daerah. Visi misi P.A.T.E.N yang beliau bawa sudah sepenuhnya sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan Hipmi ke depannya," ungkap Fakhri, Ketua Umum BPD Hipmi Sulawesi Tengah Muhammad Fakhri Fadhlurrahman.
Dukungan senada terkait nilai persaudaraan serta keberanian kepemimpinan di dalam organisasi juga dinyatakan oleh senior Hipmi.
"Kita di Hipmi ini membangun persaudaraan. Ujian sejati di Hipmi itu adalah berani maju, dan Caketum Rey telah melaksanakan keberanian itu," puji Adi Putra, Mantan Ketua Umum BPP Hipmi periode 1992-1995 Adi Putra Darmawan Tahir.