Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Reynaldo Bryan menegaskan optimismenya terhadap ketahanan dunia usaha nasional dalam Debat Kedua Calon Ketua Umum BPP HIPMI di Merusaka Nusa Dua, Sabtu (23/5).
Keyakinan tersebut disampaikan untuk menanggapi pertanyaan panelis Elsha Maghfiruha Rachbini mengenai situasi ekonomi terkini, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
ÔÇ£Kita harus optimistis bahwa para pengusaha Indonesia mampu melewati kondisi ekonomi saat ini. Saya percaya pemerintah memiliki program-program terbaik dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik hari ini,ÔÇØ ujar Reynaldo Bryan.
Meskipun mengakui adanya kemiripan posisi nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi pada tahun 1998, Reynaldo menilai fundamental ekonomi Indonesia sekarang jauh lebih kokoh dan stabil dibandingkan masa krisis masa lalu.
ÔÇ£Kalau melihat data, posisi nilai rupiah kita saat ini memang berada di angka yang mirip dengan tahun 1998. Tetapi keadaan ekonomi kita hari ini masih baik-baik saja, aktivitas usaha tetap berjalan, konsumsi masyarakat terjaga, dan dunia usaha tetap bergerak. Artinya, kita harus percaya dan mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,ÔÇØ tegas Reynaldo.
Melalui visi program bertajuk PATEN, ia merancang strategi untuk membangun ekosistem organisasi yang progresif dan adaptif, sehingga HIPMI dapat mengambil peran yang lebih signifikan dalam proses pembangunan ekonomi nasional.
ÔÇ£HIMPI harus menjadi lokomotif, bukan gerbong kereta. HIPMI harus mampu menjemput bola, berinovasi, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah. Bukan hanya menikmati kebijakan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses perencanaan hingga evaluasi kebijakan ekonomi Indonesia,ÔÇØ kata Reynaldo Bryan.
Ajang debat kedua ini sekaligus menjadi momentum krusial bagi para kandidat untuk memaparkan langkah strategis dalam memperkuat peran organisasi sebagai penggerak utama kewirausahaan di Indonesia.