Resmi, Harga Batu Bara Acuan Juni 2026 Naik Kompak, Cek Detail Terbaru!

Resmi, Harga Batu Bara Acuan Juni 2026 Naik Kompak, Cek Detail Terbaru!
Foto: Resmi, Harga Batu Bara Acuan Juni 2026 Naik Kompak, Cek Detail Terbaru!. (Illustration by Pexels)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama bulan Juni 2026. Berdasarkan kebijakan terbaru tersebut, seluruh kategori batu bara mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan periode kedua pada Mei 2026.

Keputusan mengenai kenaikan harga ini telah dikukuhkan dalam regulasi resmi pemerintah melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 227 Tahun 2026. Aturan tersebut mengatur tentang Harga Mineral Logam Acuan serta Harga Batu Bara Acuan untuk periode pertama di bulan Juni 2026.

Dalam rilis data terbaru pada Selasa (2/6/2026), tercatat bahwa HBA I untuk batu bara dengan nilai kalori setara 6.322 kcal/kg GAR kini berada di level USD 121,83 per ton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dari posisi sebelumnya yang berada di level USD 116,32 per ton pada akhir Mei lalu.

Kenaikan harga juga terjadi pada kategori HBA II yang diperuntukkan bagi batu bara dengan kesetaraan nilai kalori sebesar 5.300 kcal/kg GAR. Untuk periode awal Juni ini, harganya dipatok pada angka USD 84,53 per ton, melonjak dari harga sebelumnya yang hanya USD 80,34 per ton.

Tren positif ini berlanjut pada kategori HBA III yang memiliki nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR dengan penetapan harga di angka USD 58,81 per ton. Jika dibandingkan dengan periode kedua Mei 2026 yang sebesar USD 57,61 per ton, maka terdapat selisih kenaikan yang cukup terasa.

Terakhir, untuk kategori HBA IV dengan nilai kalori terendah di angka 3.400 kcal/kg GAR, pemerintah menetapkan harga sebesar USD 40,32 per ton. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari periode sebelumnya yang tercatat berada di level USD 39,35 per ton.

Rangkuman rincian kenaikan harga batu bara acuan untuk periode Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Kategori HBA Nilai Kalori (kcal/kg GAR) Harga Juni 2026 (USD/Ton) Harga Mei 2026 (USD/Ton)
HBA I 6.322 121,83 116,32
HBA II 5.300 84,53 80,34
HBA III 4.100 58,81 57,61
HBA IV 3.400 40,32 39,35

Data di atas memperlihatkan perbandingan harga antara periode pertama Juni 2026 dengan periode kedua Mei 2026 untuk setiap klasifikasi kalori batu bara yang ditetapkan pemerintah.

Fluktuasi Harga Mineral Logam Acuan

Selain merilis daftar harga batu bara, Kementerian ESDM juga mengumumkan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) untuk periode yang sama. Namun, berbeda dengan komoditas batu bara yang kompak naik, pergerakan harga mineral logam terpantau lebih bervariasi atau fluktuatif.

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan adalah nikel, di mana HMA nikel kini berada di level USD 18.799,29 per metrik ton kering (dmt). Harga ini sedikit menyusut jika dibandingkan dengan periode kedua Mei 2026 yang masih bertengger di angka USD 18.849,29 per dmt.

Kondisi serupa juga dialami oleh komoditas kobalt yang harganya terkoreksi tipis menjadi USD 55.851,43 per dmt di periode pertama Juni ini. Sebelumnya, pada periode kedua bulan Mei 2026, harga kobalt masih tercatat senilai USD 55.853,93 per dmt.

Berikut adalah beberapa komoditas mineral logam yang justru menunjukkan performa harga yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya:

  • Timbal: Mengalami pergerakan harga yang stabil menuju angka USD 1.989,46 per dmt dari periode sebelumnya.
  • Seng: Mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi USD 3.486,36 per dmt dari posisi USD 3.407,96 per dmt.
  • Tembaga: Harganya menguat ke level USD 13.535,86 per dmt setelah sebelumnya berada di angka USD 13.148,50 per dmt.
  • Aluminium: Turut merasakan tren kenaikan dengan harga baru sebesar USD 3.653,43 per dmt dari harga lama USD 3.607,61 per dmt.

Daftar harga di atas menjadi rujukan penting bagi para pelaku industri pertambangan dalam menentukan nilai jual dan perhitungan royalti kepada negara selama periode berlangsung.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sendiri merupakan lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan penuh dalam mengatur sektor energi dan sumber daya alam. Fokus utamanya meliputi pengawasan harga, perizinan, hingga pengelolaan sumber daya mineral agar memberikan manfaat optimal bagi ekonomi nasional.

Pergerakan harga komoditas tambang ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, termasuk permintaan pasar internasional dan ketersediaan stok di tingkat dunia. Fluktuasi ini sangat penting untuk dipantau mengingat kontribusi ekspor batu bara Indonesia yang sangat besar terhadap devisa negara.

Sebagai informasi tambahan, meskipun harga batu bara sedang naik, pemerintah terus berkomitmen untuk mengonsolidasikan berbagai izin tambang di bawah koordinasi lembaga terkait. Hal ini dilakukan demi menciptakan tata kelola industri ekstraktif yang lebih efisien dan transparan di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi