TNI AD Buka Rekrutmen Gelombang II 2026 Jalur Bintara dan Tamtama

TNI AD Buka Rekrutmen Gelombang II 2026 Jalur Bintara dan Tamtama
Foto: Ilustrasi TNI AD Buka Rekrutmen Gelombang II 2026 Jalur Bintara dan Tamtama.

Peluang bagi pemuda Indonesia untuk mengabdi sebagai prajurit kembali terbuka melalui rekrutmen TNI Angkatan Darat (TNI AD) Gelombang II tahun 2026. Seperti dikutip dari Info, seleksi kali ini mencakup dua jalur utama yaitu Bintara dan Tamtama Prajurit Karier (PK).

Proses pendaftaran telah dimulai sejak 20 April 2026 melalui situs resmi rekrutmen TNI AD. Calon peserta diharapkan memahami seluruh tahapan dan ketentuan fisik agar dapat mengikuti seleksi dengan maksimal.

Terdapat perbedaan waktu pelaksanaan untuk masing-masing jalur pendidikan. Jalur Tamtama PK dijadwalkan memulai pendidikan pada 16 Juli 2026, dengan proses validasi berkas yang akan dilakukan mulai awal Mei 2026.

Sementara itu, pendidikan untuk jalur Bintara PK direncanakan mulai pada 17 Juni 2026. Calon bintara harus sudah melakukan validasi data di kantor Ajenrem atau Ajendam setempat mulai akhir April 2026.

Syarat Khusus Bintara dan Tamtama

Peserta yang memilih jalur Tamtama PK wajib memiliki tinggi badan minimal 158 cm dan berat badan yang proporsional. Batas usia yang ditetapkan adalah minimal 17 tahun 10 bulan hingga maksimal 24 tahun saat pembukaan pendidikan.

Untuk jalur Bintara PK, standar tinggi badan minimal yang dipersyaratkan lebih tinggi yaitu 163 cm. Selain persyaratan usia yang sama dengan Tamtama, lulusan SMA/SMK terbaru wajib memiliki nilai rata-rata minimal 70 untuk bisa mendaftar.

Ketentuan Umum Seleksi TNI AD

Calon prajurit harus memenuhi kriteria dasar sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) berjenis kelamin pria. Pelamar wajib berstatus belum pernah menikah dan bukan merupakan anggota aktif TNI, Polri, maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Aspek fisik dan kesehatan menjadi poin krusial dalam seleksi ini. Peserta harus sehat jasmani serta rohani, tidak berkacamata, serta tidak memiliki tato maupun bekas tindik pada bagian tubuhnya.

Selain itu, dokumen administratif seperti BPJS atau KIS yang aktif harus disiapkan. Peserta yang dinyatakan lolos wajib bersedia menjalani ikatan dinas selama minimal 10 tahun dan siap ditempatkan di seluruh wilayah kedaulatan NKRI.

Kepemilikan prestasi di tingkat nasional dapat menjadi poin tambahan bagi peserta selama proses seleksi berlangsung. Peserta juga diwajibkan memiliki catatan kelakuan baik yang dibuktikan dengan ketiadaan catatan kriminal.

Alur dan Prosedur Pendaftaran

Tahapan pertama dimulai dengan pengisian formulir secara online pada laman resmi rekrutmen TNI AD. Peserta diminta mengunggah dokumen digital seperti KTP, ijazah pendidikan terakhir, serta akta kelahiran sesuai format yang diminta.

Setelah mencetak formulir pendaftaran, peserta harus mendatangi Ajendam atau Ajenrem terdekat untuk melakukan validasi. Pada tahap ini, petugas akan melakukan pemeriksaan fisik awal meliputi pengukuran tinggi, berat badan, serta pengecekan tato dan tindik.

Seluruh rangkaian rekrutmen TNI AD 2026 ini dilaksanakan tanpa pungutan biaya atau gratis. Calon peserta dihimbau untuk selalu waspada terhadap segala bentuk praktik penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan uang.

Mengingat pendaftaran dapat ditutup lebih awal jika kuota telah terpenuhi, calon pelamar disarankan untuk segera melengkapi berkas dan melakukan registrasi. Persiapan fisik dan mental yang matang menjadi faktor penentu utama dalam menghadapi rangkaian tes yang disiplin dan ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi