Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas tinggi di tengah tekanan jual investor asing. Meski demikian, terdapat indikasi penguatan teknikal atau rebound yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pasar.
Dikutip dari Info, meskipun pada sesi sebelumnya indeks terjerembap di zona merah, sejumlah analis melihat adanya ruang untuk pemulihan jangka pendek. Investor disarankan untuk mulai mencermati saham-saham yang telah menyentuh area dukungan kuat.
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi global. Namun, tekanan dari penyesuaian indeks MSCI dinilai sudah mulai mereda karena sebagian besar sentimen negatif telah tercermin pada harga pasar saat ini.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat melemah 0,92 persen dan parkir di level 6.905,62. Kondisi ini dipicu oleh aksi lepas saham oleh investor asing yang mencapai nilai bersih sekitar Rp659 miliar.
Fanny Suherman selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menjelaskan bahwa indeks berpeluang melakukan rebound teknikal menuju area 6.950. Namun, ia mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap risiko koreksi lanjutan yang masih menghantui.
Level support IHSG saat ini diproyeksikan berada pada rentang 6.650 hingga 6.850. Sementara itu, area resistance yang menjadi target penguatan berada di kisaran 6.950 sampai 7.050.
Daftar Saham Pilihan untuk Perdagangan 12 Mei 2026
Sejumlah saham dari berbagai sektor masuk dalam daftar pantauan analis karena memiliki konfigurasi teknikal yang menarik. Berikut adalah detail area beli dan target harga untuk beberapa saham pilihan:
| Nama Emiten (Kode) | Area Beli (Rp) | Target Harga (Rp) | Cut Loss (Rp) |
|---|---|---|---|
| Bumi Resources (BUMI) | 210 - 212 | 218 - 222 | < 210 |
| Adaro Andalan (AADI) | 9.050 - 9.150 | 9.275 - 9.425 | < 9.000 |
| Buana Lintas Lautan (BULL) | 450 - 460 | 468 - 480 | < 450 |
| Hartadinata Abadi (HRTA) | 2.670 | 2.730 - 2.780 | < 2.630 |
| Solusi Sinergi Digital (WIFI) | 2.210 - 2.240 | 2.300 - 2.340 | < 2.200 |
| Elnusa (ELSA) | 670 - 690 | 705 - 725 | < 660 |
Saham BUMI dan AADI masih didukung oleh sentimen positif dari harga komoditas energi dunia. Sementara itu, HRTA menarik perhatian seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap sektor logam mulia sebagai aset aman.
Kondisi Sektoral dan Performa Top Gainer
Data perdagangan menunjukkan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia masih tertekan. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,88 persen, diikuti oleh sektor energi yang terkoreksi 2,02 persen dan sektor keuangan sebesar 1,74 persen.
Hanya satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan kemarin. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih cenderung sangat berhati-hati dalam menempatkan modal mereka di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Di tengah kelesuan pasar, saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) justru melonjak tajam sebesar 7,89 persen ke posisi Rp82 per saham. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp83 dengan total nilai transaksi mencapai Rp14,9 miliar.
Strategi perdagangan jangka pendek dengan disiplin pada batas cut loss dan target profit menjadi kunci utama bagi trader. Fokus pasar kini tertuju pada kemampuan IHSG untuk bertahan di atas level support krusial 6.917 guna mengonfirmasi fase konsolidasi yang stabil.