Pakar Ramal Harga Emas Ujung-ujungnya Jadi Segini
Penulis : Thresa Sandra Desfika 22 Mei 2026 | 15:10 WIB
JAKARTA, investor.id ÔÇô Harga emas global diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang pekan ketiga bulan Mei, seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih mencerminkan kecenderungan turun yang kuat, dengan peluang penurunan lanjutan selama harga belum mampu menembus area resistance penting.
Dari sisi teknikal, struktur harga emas saat ini masih membentuk pola lower high dan lower low, yang menjadi indikasi utama bahwa tren bearish masih mendominasi pasar. Pola ini menggambarkan bahwa setiap kenaikan harga cenderung terbatas dan diikuti oleh tekanan jual baru.
Selain itu, posisi harga yang masih berada di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan 50 memperkuat sinyal pelemahan, mengingat kedua indikator tersebut kini berperan sebagai resistance dinamis yang menahan pergerakan naik.
Dalam proyeksi untuk pekan ini, area resistance terdekat berada di level 4.589 dolar AS sebagai batas awal dan 4.639 dolar AS sebagai resistance berikutnya. Selama harga bergerak di bawah kisaran tersebut, tren turun diperkirakan masih akan berlanjut.
Sementara itu, level support terdekat berada di 4.462 dolar AS, dengan support lanjutan di sekitar 4.379 dolar AS yang menjadi target berikutnya apabila tekanan jual semakin meningkat.
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas masih didorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini membuat investor lebih tertarik pada instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dalam jangka pendek. Kuatnya dolar secara langsung berdampak negatif terhadap harga emas, mengingat hubungan keduanya yang cenderung berbanding terbalik.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve turut memperkuat sentimen negatif bagi emas. Pelaku pasar saat ini meyakini bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama, terutama jika data ekonomi tetap menunjukkan kinerja yang solid, khususnya di sektor tenaga kerja dan inflasi. Lingkungan suku bunga tinggi ini menjadi faktor utama yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.
Di sisi lain, stabilnya sentimen pasar global juga turut menekan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika kondisi pasar relatif kondusif dan investor memiliki kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi, aliran dana cenderung beralih ke aset berisiko seperti saham atau instrumen keuangan lainnya. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap emas menurun, sehingga memberikan tekanan tambahan pada harga.
Geraldo Kofit menegaskan bahwa selama harga emas belum mampu menembus kembali area resistance utama pada timeframe H4, maka tren bearish diperkirakan masih akan tetap bertahan.
ÔÇ£Setiap kenaikan harga yang terjadi dalam kondisi ini kemungkinan hanya bersifat sementara atau sekadar koreksi teknikal sebelum kembali melanjutkan penurunan,ÔÇØ katanya dalam laporannya, Jumat (22/5/2026).
Dengan mempertimbangkan kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental, harga emas pada pekan ini diperkirakan masih akan bergerak dalam bias negatif, dengan potensi menguji level support yang lebih rendah. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global, khususnya data dari Amerika Serikat serta arah kebijakan moneter Federal Reserve, yang akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan harga emas ke depan. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengelola risiko investasi.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026, Cek Update-nya
Harga Emas Diprediksi Pakar Bisa Balik Arah ke Level Tak Terduga
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026: Lagi-lagi Anjlok
Pasar Emas Tersendat, Pedagang Cari Cara Bertahan Hidup
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 22 Mei 2026, Cek Rinciannya
Finance 15 menit yang lalu Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 9,1 Miliar pada Triwulan I-2026 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit US$ 9,1 miliar pada triwulan I-2026.
InveStory 16 menit yang lalu Perlu Persiapan Terukur Hadapi Masa Pensiun Perlu persiapan yang terukur, dan modal yang tidak sedikit hadapi masa pensiun.
Market 28 menit yang lalu Pakar Ramal Harga Emas Ujung-ujungnya Jadi Segini Harga emas global diperkirakan masih menghadapi tekanan sepanjang pekan ketiga bulan Mei.
InveStory 55 menit yang lalu Rupiah Tertekan, Industri Tercekik: Saatnya Indonesia Keluar dari Ekonomi Rentan Indonesia butuh ekonomi yang tumbuh, produktif, tahan guncangan, dan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
National 57 menit yang lalu ARUKKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Tuntut Tersangka Korupsi CSR BI-OJK Ditahan ARUKKI adukan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas (Dewas) lantaran hingga saat ini belum menahan tersangka korupsi CSR BI-OJK Satori-Hergun.