Pemerintah Indonesia tengah berupaya keras mempertahankan posisinya sebagai negara berkembang pilihan utama para investor. Langkah strategis diambil oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang langsung mendatangi New York pekan ini.
Seperti dilansir dari Investortrust, Purbaya meyakinkan para manajer aset terbesar di dunia mengenai stabilitas fiskal nasional. Upaya ini dilakukan di tengah ketidakpastian situasi ekonomi global saat ini.
Langkah diplomasi tersebut menjadi sangat krusial bagi investor institusi internasional karena kredibilitas fiskal Indonesia menjadi penentu utama dalam strategi investasi di Asia. Purbaya menemui perwakilan dari Lazard serta BlackRock yang mengelola aset sekitar 14 triliun dolar AS.
Pertemuan langsung ini juga ditujukan untuk mengantisipasi prospek negatif yang berpotensi dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat kredit. Kabar baik dari New York ini direspons positif oleh pasar dalam negeri dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sebesar 2,2 persen.
Kenaikan indeks tersebut menjadi sinyal hijau bagi kembalinya aliran modal ke sektor energi dan infrastruktur Indonesia. Purbaya memberikan penjelasan mengenai kondisi ini di sela-sela Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia di Washington D.C.
Pertemuan tersebut sekaligus menepis kekhawatiran terkait melonggarnya pengelolaan anggaran negara. Purbaya menyatakan investor Amerika Serikat sebenarnya tetap memercayai fundamental makroekonomi Indonesia, namun mereka sempat terganggu oleh isu miring mengenai defisit.
"Basically, we explained our economic conditions and fiscal strategy going forward, so they are convinced that our fiscal policy movements are on the right track," Purbaya menyatakan pada Selasa.
Dirinya menilai pandangan negatif dari lembaga internasional terlalu terburu-buru karena dikeluarkan sebelum data ekonomi terbaru terkumpul sepenuhnya. Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan tersebut optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi solusi atas persoalan defisit anggaran.
Purbaya memberikan garansi bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mampu menyentuh angka 5,5 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Momentum pertumbuhan positif ini juga diyakini akan terus berlanjut hingga kuartal kedua.
Bursa saham di Jakarta langsung mengalami lonjakan besar tanpa menunggu seluruh rangkaian pertemuan di New York selesai. IHSG meroket sebanyak 164 poin ke level 7.664 pada Selasa pagi.
Kenaikan tajam di pasar modal domestik ini didorong oleh penguatan saham-saham grup konglomerat besar. Perusahaan yang dikendalikan oleh miliarder Prajogo Pangestu, seperti Barito Pacific (BRPT) dan Petrindo Jaya Kreasi (PTRO), mencatatkan pertumbuhan keuntungan hingga dua digit.
Tren positif ini mendapatkan sokongan kuat dari Sinarmas Group serta Bakrie Group. Sektor bahan baku dasar hingga infrastruktur mengalami kenaikan performa di atas 4 persen.
Aksi beli saham secara masif ini melanjutkan catatan bersih beli investor asing yang mencapai Rp396,77 miliar atau setara 24,9 juta dolar AS pada hari perdagangan sebelumnya. Pertemuan di New York ini juga bertepatan dengan perubahan strategi investasi global dari BlackRock.
Perusahaan manajemen aset tersebut menaikkan status saham Amerika Serikat menjadi "overweight". Mereka menilai risiko konflik di Timur Tengah saat ini masih terkendali dan Selat Hormuz tetap aman sebagai jalur perdagangan utama.
Analis dari BlackRock kini fokus mencari aset yang memiliki ketahanan margin serta kualitas tinggi. Kriteria tersebut menjadi keunggulan yang ingin dibuktikan oleh Purbaya kepada dunia internasional.
Persaingan dalam memperebutkan modal global diproyeksikan semakin ketat seiring target pertumbuhan pendapatan S&P 500 yang diperkirakan menembus 19 persen. Purbaya mengemban misi agar Indonesia tetap berada di daftar teratas prioritas investasi BlackRock untuk pasar negara berkembang.
"Because they are smart people, they can accept with all their heart that what we explained is in accordance with economic theories," klaim Purbaya untuk menegaskan keyakinannya terhadap cetak biru fiskal pemerintah.