Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mencapai target Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Jakarta pada Senin (1/12/2025), sebagaimana dilansir dari Investortrust.
Purbaya menilai bahwa angka pertumbuhan ekonomi pada kisaran enam persen masih cukup mudah untuk dicapai. Namun, pimpinan otoritas fiskal tersebut memberikan penekanan bahwa target yang lebih tinggi memerlukan kerja keras yang lebih besar dari seluruh pemangku kepentingan.
"Kalau tumbuh 6% mah gampang, ya 6,5% enggak susah-susah amat. 7%, 8% baru butuh ekstra effort," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.
Strategi untuk mengakselerasi angka tersebut dilakukan dengan memaksimalkan dua pilar utama, yakni belanja negara dan kontribusi sektor swasta. Purbaya melakukan komparasi terhadap dua model kepemimpinan sebelumnya dalam mengelola mesin ekonomi nasional.
Pada masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, ekonomi mampu berada di level rata-rata enam persen karena sektor riil diberikan ruang tumbuh yang luas. Hal ini menunjukkan signifikansi peran pengusaha yang tergabung dalam Kadin dalam struktur ekonomi saat itu.
"Pada zaman Pak SBY, dia tidak membangun infrastruktur besar-besaran. Kenapa bisa 6%, karena dia biarkan riil sektor tumbuh, private sector tumbuh, peran Kadin pada saat itu pasti besar. Mungkin sebagian besar untung banyak pada saat itu," ucap Purbaya, Menteri Keuangan.
Sebaliknya, Purbaya mencatat bahwa pada era Presiden ke-7 Joko Widodo, rata-rata pertumbuhan tertahan di angka lima persen. Fenomena ini menurutnya disebabkan oleh dominasi peran pemerintah dalam pembangunan yang tidak diikuti secara maksimal oleh keterlibatan pihak swasta.
"Dia membangun infrastruktur di mana-mana, tapi private sector perannya sedikit akibatnya tumbuhnya cuma 5%" ujar Purbaya, Menteri Keuangan.