Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai angka di atas 5,5 persen pada kuartal III dan IV tahun 2026. Target ini disampaikan di Jakarta pada Selasa (12/5/2026) sebagai upaya menjaga momentum ekspansi nasional hingga akhir tahun.
Angka proyeksi tersebut menunjukkan sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan realisasi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Meski demikian, target paruh kedua ini tetap diprediksi lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,11 persen, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Untuk periode berjalan saat ini, pemerintah telah mencanangkan target yang lebih agresif melalui percepatan belanja negara di berbagai sektor. Purbaya menegaskan komitmen otoritas fiskal untuk terus memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi domestik agar tetap berada pada jalur positif.
"Jadi pada kuartal II-2026 (ditargetkan) tumbuh 5,7%, kami akan dorong ke sana. Kami akan memberikan lagi dorongan ekonomi," ucap Purbaya sebelumnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/4/2026) lalu.
Memasuki periode akhir tahun, strategi pemerintah akan difokuskan pada penguatan daya beli dan produktivitas industri. Menkeu menyatakan optimisme bahwa angka pertumbuhan pada kuartal mendatang dapat ditarik lebih tinggi melalui intervensi kebijakan.
"(Kuartal) III dan IV akan di atas 5,5%. Saya mendorong ke arah 6% kan," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara pada Selasa (12/5/2026).
Salah satu instrumen utama yang disiapkan adalah stimulus kendaraan listrik yang menyasar 100.000 unit mobil dan 100.000 unit motor. Pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta per unit untuk sepeda motor, sementara untuk mobil listrik diberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen.
Selain otomotif, sektor ekspor menjadi perhatian serius setelah hanya tumbuh tipis 0,34 persen pada periode Januari-Maret 2026. Pemerintah berencana memberikan akses pembiayaan lebih murah bagi industri tekstil, furnitur, dan alas kaki melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
"Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses ke pendanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini ternyata," jelas Purbaya.
Terakhir, penguatan likuiditas perbankan melalui Danantara juga tengah dipertimbangkan untuk memperbesar penyaluran kredit ke sektor produktif. Purbaya menekankan pentingnya peran perbankan sebagai mesin penggerak ekonomi tanpa harus melalui paksaan langsung.
"Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara. Satu komando, kan? Kalau diperlukan, kami usulkan kebijakan ke arah sana. Tapi, bukan itu saja. Yang saya kerjakan adalah bukan saya paksa banknya pinjam, tapi saya akan pastikan invisible hand bekerja di sektor finansial," demikian tutur Menkeu Purbaya.