Pupuk Kaltim Revitalisasi Pabrik Amonia Senilai Rp900 Miliar

Pupuk Kaltim Revitalisasi Pabrik Amonia Senilai Rp900 Miliar
Foto: Ilustrasi Pupuk Kaltim Revitalisasi Pabrik Amonia Senilai Rp900 Miliar.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) menjalankan proyek peremajaan atau revamping Pabrik-2 Amonia senilai Rp900 miliar dengan mengandalkan pendanaan internal. Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing perusahaan di tingkat regional pada Rabu (29/4/2026).

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, memberikan penegasan bahwa seluruh biaya pembangunan proyek ini tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Investasi tahunan perusahaan menjadi basis utama pendanaan proyek tersebut sebagaimana dilansir dari Money.

"Pendanaan revamping ini sendiri itu murni menggunakan biaya internal perusahaan atau PKT (Pupuk Kaltim), melalui investasi tahunan," kata Anggono Wijaya, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim.

Program ini merupakan bagian dari Operational Excellence yang bertujuan mengoptimalkan proses produksi amonia secara signifikan. Hasil dari peremajaan ini diprediksi mampu menurunkan konsumsi gas bumi sebesar 4 Million Metric British Thermal Units (MMBTu) per ton, atau setara dengan penghematan 10 hingga 16 persen.

"Jadi dengan adanya peremajaan pabrik itu pabrik menjadi lebih efisien ya," tutur Anggono Wijaya, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim.

Informasi tambahan mengenai struktur finansial dipaparkan oleh pihak manajemen melalui skema pendanaan ganda. Selain menggunakan ekuitas perusahaan, Pupuk Kaltim juga membuka ruang kerja sama dengan lembaga keuangan eksternal.

"Kita mencari pendanaan melalui bank sindikasi, bisa dari bank BUMN maupun dari bank swasta Indonesia gitu," kata Astri Agustina, Vice President Pengembangan Korporat Pupuk Kaltim.

Pembaruan ini didorong oleh usia teknis Pabrik-2 yang telah mencapai 40 tahun sehingga menyebabkan tingginya biaya konsumsi energi. Transformasi ini juga diproyeksikan mampu mereduksi emisi karbon dioksida hingga mencapai 110.000 ton setiap tahunnya.

"Ini berdasarkan perhitungan penghematan gas alam dan juga untuk mendukung komitmen perusahaan dalam menerapkan program ESG (environmental, social, and governance)," kata Astri Agustina, Vice President Pengembangan Korporat Pupuk Kaltim.

Data dari Kementerian Pertanian mencatat bahwa inisiatif ini berpotensi memberikan penghematan biaya operasional hingga Rp200 miliar per tahun. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya terhadap dampak positif proyek ini bagi sektor pertanian nasional pada Kamis (29/1/2026).

"Ini kalau tidak salah menghemat 16 persen. Kami mewakili 160 juta petani Indonesia berterima kasih kepada Pupuk Indonesia sehingga produksi kita melompat dan ada delta tercipta. Tambahan keuntungan Rp132 triliun tahun 2025. Itu tambahannya," kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.

Artikel terkait

Rekomendasi