PT SMI Terbitkan Obligasi Global US$ 300 Juta dengan Kelebihan Permintaan

PT SMI Terbitkan Obligasi Global US$ 300 Juta dengan Kelebihan Permintaan
Foto: Ilustrasi PT SMI Terbitkan Obligasi Global US$ 300 Juta dengan Kelebihan Permintaan.

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) resmi menetapkan harga penerbitan obligasi internasional senilai US$ 300 juta dengan tenor lima tahun pada Kamis (14/5/2026). Langkah korporasi ini menandai kembalinya perusahaan ke pasar modal global setelah terakhir kali menerbitkan instrumen serupa pada tahun 2021 silam.

Surat utang yang diterbitkan dalam bentuk senior unsecured fixed rate notes ini mencatatkan harga final sebesar 5,10 persen. Angka tersebut menunjukkan penyusutan sebesar 35 basis poin dari panduan harga awal di level 5,45 persen yang diumumkan pada pembukaan pasar Asia tanggal 7 Mei 2026 sebagaimana dilansir dari Keuangan.

Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan PT SMI, Ramona Harimurti, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan catatan positif bagi lembaga keuangan di Indonesia dalam skala internasional.

"Transaksi itu mencatat spread paling ketat yang pernah dicapai oleh Lembaga Keuangan Non Bank Indonesia dalam tenor 5 tahun," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Instrumen finansial ini diluncurkan melalui Program Euro Medium Term Note (EMTN) milik PT SMI yang memiliki pagu total sebesar US$ 2 miliar. Dalam prosesnya, obligasi ini telah mendapatkan peringkat investasi Baa2 dari MoodyÔÇÖs dan peringkat BBB dari Fitch Ratings.

Antusiasme investor terlihat sejak pengumuman mandat transaksi pada 6 Mei 2026 yang diikuti dengan pertemuan virtual bersama investor institusi di Asia dan Eropa. Besarnya minat pasar membuat buku pemesanan melonjak signifikan melampaui target awal perusahaan.

"Transaksi itu berhasil mencatatkan orderbook yang besar dan beragam, sehingga memungkinkan PT SMI untuk memperketat harga secara signifikan," kata Ramona.

Total pesanan akhir yang tercatat mencapai lebih dari US$ 2,2 miliar dari 119 akun investor, atau terjadi kelebihan permintaan (oversubscription) sebanyak 7,3 kali lipat. Berdasarkan komposisi pemegang kepentingan, manajer aset dan manajer dana menguasai porsi mayoritas sebesar 74 persen.

Kelompok investor lainnya terdiri dari bank sentral, perusahaan asuransi, dan dana pensiun sebesar 14 persen. Sementara itu, sektor perbankan menyerap 10 persen, serta sisanya sebesar 2 persen berasal dari bank privat dan kategori lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi