Permata Bank Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai 10 Persen

Permata Bank Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai 10 Persen
Foto: Ilustrasi Permata Bank Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai 10 Persen.

Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan bakal berada di kisaran 8% hingga 10% pada tahun ini. Proyeksi tersebut dinilai cukup konservatif sejalan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilansir dari Investortrust, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa perkiraan ini mengacu pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipasang pada angka 5,1% hingga 5,2%.

ÔÇ£Pertumbuhan kredit kami melihatnya masih di kisaran 8% hingga 10% tahun ini ya. Jadi masih konservatif karena kami melihat bahwa asumsi pertumbuhan ekonominya pun juga cukup konservatif di 5,1%-5,2% tahun ini,ÔÇØ ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, usai media talk show, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Sejumlah faktor positif diperkirakan bakal menopang optimisme perbankan nasional, kendati beberapa risiko eksternal global tetap harus diantisipasi. Salah satu poin yang dicermati adalah kelanjutan dampak kebijakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat (AS).

Kebijakan perdagangan AS tersebut sebelumnya sempat mendorong para eksportir asal Indonesia untuk melakukan aktivitas pengiriman barang lebih awal atau fenomena front loading.

ÔÇ£Dampak dari tarif Trump kan kalau tahun lalu belum terlalu kelihatan, karena banyak eksportir yang sudah front loading dulu dari semester satunya. Jadi di semester keduanya eksportirnya langsung jeblok tuh ke AS,ÔÇØ katanya.

Efek dari aktivitas pengiriman barang di awal tersebut diperkirakan sudah habis pada tahun ini. Kondisi ini berpotensi memicu perlambatan pada kinerja ekspor Indonesia ke depan.

Akan tetapi, laju roda ekonomi domestik serta permintaan kredit diyakini masih bisa terangkat oleh perbaikan daya beli masyarakat. Sektor konsumsi rumah tangga diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama bagi ekspansi kredit perbankan.

Aspek stabilitas juga menjadi catatan penting di samping mengejar akselerasi pertumbuhan. Kondisi lingkungan investasi yang stabil dinilai menjadi perhatian utama bagi para investor asing yang menanamkan modal di dalam negeri.

ÔÇ£Pertumbuhan ekonomi kencang bagus, tapi juga tetap jangan sampai melupakan stabilitas. Karena investor asing pun juga pada saat mereka menanamkan investasinya ke Indonesia, dia juga cukup concern bagaimana masalah stabilitas,ÔÇØ ucap Josua.

Berbagai dinamika yang terjadi di ranah global maupun domestik diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Penyampaian komunikasi kebijakan yang tepat sangat krusial agar mendapatkan respons positif dari pelaku pasar dan lembaga internasional.

ÔÇ£Pemerintah harus pelajari, juga harus merefleksikan, dan harus perbaiki ke depannya agar apapun yang dikomunikasikan kebijakan oleh pemerintah ini bisa direspon dan ditanggapi positif juga oleh lembaga internasional,ÔÇØ ujar Josua.

Artikel terkait

Rekomendasi