Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2026 Lampaui 5 Persen

Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2026 Lampaui 5 Persen
Foto: Ilustrasi Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2026 Lampaui 5 Persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal I/2026 pada Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Ekonomi, sejumlah pakar memproyeksikan angka pertumbuhan tetap stabil di atas 5 persen yang didorong oleh momentum musiman Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David Sumual memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini berada di level 5,3 persen secara tahunan. Meskipun secara tahunan angka ini lebih tinggi dari periode sebelumnya, terdapat moderasi jika dibandingkan dengan capaian kuartalan.

"Beberapa indikator konsumsi menunjukkan perlambatan seperti Intrabel [BCA Consumer Spending Index] serta penjualan mobil dan motor, lebih disebabkan oleh hari kerja yang lebih sedikit. Namun, konsumsi selama ramadan dan lebaran lebih baik dibandingkan tahun lalu," ujar David Sumual, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk.

Prediksi yang lebih optimistis datang dari Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. Josua Pardede yang mematok angka 5,44 persen. Pertumbuhan tersebut diyakini bersumber dari kekuatan konsumsi rumah tangga serta serapan belanja pemerintah dan investasi.

"Angka ini menunjukkan akselerasi dibandingkan periode sebelumnya dan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta investasi," ujar Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk.

Estimasi tertinggi dipaparkan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI). Ekonom Teuku Riefky menyebut titik tengah proyeksi berada di angka 5,48 persen dengan pengaruh besar dari pencairan tunjangan hari raya (THR).

"Kombinasi dari berbagai faktor ini dengan efek basis rendah (low-base effect) dari pertumbuhan PDB di kuartal I/2025, pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2026 diperkirakan akan tumbuh cukup tinggi," jelas Teuku Riefky, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI.

Dari sisi pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini realisasi pertumbuhan akan melampaui capaian kuartal IV/2025 yang tercatat sebesar 5,39 persen.

"[Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026] lebih besar atau sama dengan 5,5%," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut memberikan pandangan positif mengenai kondisi daya beli masyarakat yang terpantau masih tinggi di pusat perbelanjaan. Ia menilai stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

"Walaupun, let's say, lambat sedikit, atau lebih tinggi sedikit, mengingat kondisi global yang seperti ini, itu sudah prestasi yang luar biasa," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi