PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sebanyak 1.580.787 kendaraan akan memadati empat gerbang tol utama pada periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, Rabu hingga Minggu (13-17 Mei 2026). Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan volume lalu lintas sebesar 7,67 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal harian.
Data yang dilansir dari Investor Daily merincikan bahwa arus lalu lintas tersebut mencakup pergerakan kendaraan yang keluar maupun masuk wilayah Jabotabek. Pihak pengelola jalan tol membagi konsentrasi massa ke dalam empat titik gerbang utama yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Secara akumulatif, terdapat 789.279 kendaraan yang diperkirakan meninggalkan wilayah Jabotabek, sementara jumlah kendaraan yang masuk diproyeksi mencapai 791.508 unit. Volume kendaraan yang keluar dari Jabotabek sendiri mengalami peningkatan sebesar 6,52 persen dari lalin normal.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan distribusi kendaraan yang meninggalkan ibu kota didominasi oleh pergerakan menuju arah Timur sebesar 45,0 persen. Sedangkan untuk arah Barat menuju Merak tercatat sebesar 29,9 persen dan arah Selatan menuju Puncak mencapai 25,1 persen.
ÔÇ£Untuk distribusi kendaraan keluar Jabotabek pada periode libur panjang ini, mayoritas masih akan menuju arah Timur melalui GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama sebesar 45,0%, arah Barat (Merak melalui GT Cikupa) sebesar 29,9%, dan arah Selatan (Puncak melalui GT Ciawi) sebesar 25,1%,ÔÇØ ujar Rivan dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Guna menghadapi lonjakan mobilitas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan layanan operasional di seluruh ruas tol. Perseroan memastikan seluruh petugas akan bersiaga selama 24 jam untuk menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan tol.
ÔÇ£Jasa Marga menyiagakan seluruh operasional jalan tol berjalan optimal melalui penguatan layanan lalu lintas, kesiapan petugas selama 24 jam, layanan di gerbang tol, serta percepatan preservasi preventif jalan tol guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi pengguna jalan,ÔÇØ tambah Rivan.
Selain peningkatan layanan operasional, pengelola juga fokus pada optimalisasi fasilitas di rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang tersebar di titik strategis. Program rejuvenasi dilakukan untuk memastikan kapasitas parkir dan fasilitas umum dapat menampung kebutuhan pengguna jalan selama periode libur.
Pihak manajemen juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani potensi kepadatan di jalur-jalur rawan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan berdasarkan diskresi pihak kepolisian di lapangan.
ÔÇ£Jasa Marga juga terus berkoordinasi intensif dengan Kepolisian dan pemangku kepentingan terkait dalam mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, termasuk melalui penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai diskresi Kepolisian apabila diperlukan demi menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan,ÔÇØ tutup Rivan.