Laba BRI Diproyeksikan Tembus 58 Triliun Rupiah Akhir 2023

Laba BRI Diproyeksikan Tembus 58 Triliun Rupiah Akhir 2023
Foto: Ilustrasi Laba BRI Diproyeksikan Tembus 58 Triliun Rupiah Akhir 2023.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih menjadi Rp34,82 triliun hingga Agustus 2023 seiring dengan ekspansi kredit yang mendekati target tertinggi tahunan. Dilansir dari Investortrust, pencapaian kinerja keuangan perseroan tersebut dinilai telah memenuhi ekspektasi para analis pasar modal.

Kenaikan laba bersih secara tahunan ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai hampir 12 persen pada akhir Agustus 2023. Realisasi tersebut juga dibarengi dengan efisiensi biaya operasional dan penurunan nilai provisi dari Rp19,46 triliun menjadi Rp17,76 triliun.

Mandiri Sekuritas memberikan pandangan optimis terhadap keberlanjutan tren positif ini hingga akhir tahun. Pendapatan bunga bersih diprediksi akan terus meningkat secara bulanan untuk menopang perolehan laba bersih secara keseluruhan.

"Perseroan menunjukkan tingkat pertumbuhan kredit yang terus menguat dari bulan ke bulan yang diharapkan menopang pertumbuhan laba bersih sampai akhir tahun. Dengan pertumbuhan tersebut pendapatan bunga bersih diprediksi akan meningkat dari bulan ke bulan," terang analis Mandiri Sekuritas.

CGS CIMB Sekuritas turut memberikan catatan mengenai fluktuasi pencadangan bulanan yang sempat mempengaruhi laba pada periode tertentu. Meski demikian, secara operasional bank dengan aset terbesar di Indonesia ini tetap berada di jalur yang positif.

"Secara umum kinerja perseroan sudah sesuai ekspektasi, meskipun ada penurunan laba bersih bulanan yang besar, karena kenaikan pencadangan (perlu diingat pencadangan bulanan sangat berfluktuasi)," tulis CGS CIMB Sekuritas dalam risetnya.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan dalam acara Gathering BRI-Media pada Selasa (12/09/2023) bahwa fokus utama perseroan tetap pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 84,5 persen kredit atau setara Rp1.202 triliun secara konsolidasi telah disalurkan ke segmen ini hingga Juni 2023.

"Tugas CEO adalah meng-crate value. Dan value yang utama adalah economic value yang diamanahkan pemegang saham. Pemegang saham kan taruh modal untuk mendapakan return. Kita lihat bahwa rasio Return on Equity (RoE) BRI di level 20,01%," kata Sunarso.

Manajemen menegaskan bahwa tingkat return on equity tersebut merupakan pencapaian yang jarang terjadi di industri perbankan nasional. Hal ini menunjukkan kemampuan bank dalam mengelola modal besar sembari memberikan imbal hasil tinggi bagi investor.

"Bisnis kita di segmen mikro, lalu tingkat NPL nya bisa di bawah 3%, seperti BRI yang sebesar 2,95%. Ini berarti kualitas aset kita bisa terjaga dengan baik," tutur Sunarso.

Keberhasilan menjaga kualitas aset di bawah risiko kredit bermasalah menjadi kunci profitabilitas. Pada paruh pertama 2023, BRI telah mengantongi laba bersih Rp29,6 triliun dengan total aset mencapai Rp1.805 triliun.

"Selama selama enam bulan pertama 2023, net profit BRI mencapai Rp 29,6 triliun. Atau tumbuh sebesar 18,8%," ujarnya.

Sunarso juga mengenang pencapaian tahun sebelumnya sebagai standar tinggi bagi industri perbankan tanah air. Angka tersebut menjadi motivasi manajemen untuk mempertahankan performa serupa di tengah tantangan ekonomi global.

"Itu adalah pertama kali dalam sejarah perbankan Indonesia, ada bank yang labanya di atas Rp 50 triliun," kata Sunarso.

Menghadapi kenaikan biaya dana akibat kebijakan suku bunga global, BRI melakukan langkah efisiensi yang ketat. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga ke level 66,2 persen pada semester I-2023.

"Yang kita korbankan adalah margin. Kita harus tekan efisiensi di sana-sini," tutur Sunarso.

Sunarso menambahkan bahwa keberhasilan efisiensi ini merupakan hasil dari strategi manajemen yang terukur. Pemangkasan biaya kredit menjadi salah satu indikator keberhasilan tersebut.

"Ini artinya efisiensi yang luar biasa," tandas Sunarso.

Memasuki semester kedua, manajemen memproyeksikan laba bersih tahun penuh 2023 bisa mencapai Rp58 triliun. Peningkatan belanja masyarakat menjelang pemilu 2024 diyakini akan memberikan dorongan ekonomi sebesar 0,25 persen.

"Kalau tidak meleset laba bersih tahun ini Rp 58 triliun. Namun, kalau melesat, laba bersih BRI akan di atas target,ÔÇÖÔÇÖ tandasnya.

Terkait manajemen risiko, BRI telah menyiapkan cadangan hingga Rp90 triliun untuk mengantisipasi potensi kredit bermasalah. Sunarso menegaskan tidak akan mengambil cadangan tersebut hanya untuk mempercantik laporan laba bersih demi keamanan jangka panjang perusahaan.

"Bankir profesional selalu cari untung, tetapi bukan cari selamat. Jadi jangan cadangan diambil untuk memperbesar laba. Cadangan harus terus kita pupuk," tegas Sunarso.

Artikel terkait

Rekomendasi