| ÔùÅ Ibrahim Assuaibi memproyeksikan indeks dolar AS (DXY) berpotensi menguat pada pekan depan, seiring kenaikan harga minyak mentah global yang diperkirakan dapat mencapai kisaran US$90 hingga US$113 per barel untuk jenis WTI. ÔùÅ Harga emas global diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang US$4.389 hingga US$4.851 per troy ons. ÔùÅ Kenaikan harga emas juga didukung aksi pembelian besar-besaran oleh bank sentral global, terutama People's Bank of China yang membeli 7,15 ton emas pada kuartal I-2026 untuk memperkuat cadangan devisa nasionalnya. |
| ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ |
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY akan menguat pekan depan. Proyeksi ini ditandai dengan menguatnya DXY.
ÔÇ£Ada indikasi bahwa dolar AS ini akan mengalami penguatan,ÔÇØ kata Ibrahim, dalam keterangan resminya, Minggu (10/5/2026).
Kemungkinan menguatnya dolar AS karena imbas harga minyak mentah global yang turut melonjak. Ibrahim memproyeksikan bahwa harga minyak mentah versi WTI akan naik dengan kisaran harga US$ 90 per barel hingga US$ 113 per barel.
Ibrahim mengatakan, harga emas yang ditutup US$ 4.616 per troy ons akan bergerak fluktuatif pada pekan depan. Diperkirakan harga emas akan bergerak pada rentang US$ 4.389 per ons hingga US$ 4.851 per ons.
Faktor geopolitik, kata Ibrahim, masih menjadi salah satu penentu pergerakan harga minyak mentah dan emas. Meski di tengah gencatan senjata, aksi penyerangan terhadap kapal AS dan Iran terjadi di Selat Hormuz. Bahkan AS mempersiapkan dua di Laut Oman untuk mencegah kapal-kapal Iran melewati Selat Hormuz.
Di Eropa, Rusia mengancam akan menyerang Ukraina dan negara-negara NATO yang membantu.
ÔÇ£Artinya apa? Ada kemungkinan besar ini akan membuat harga emas akan kembali mengalami kenaikan karena tidak ada sabotase di laut,ÔÇØ kata dia.
Harga emas global saat ini, kata Ibrahim, dipengaruhi pembelian besar-besaran bank sentral global. Salah satu aksi pembelian, dilakukan bank sentral China yang membeli emas untuk memperkuat cadangan devisa nasionalnya.
ÔÇ£Pada kuartal I 2026 itu melakukan pembelian sebanyak 7,15 ton. Ini mengindikasikan bahwa saat harga emas mengalami penurunan, bank sentral memanfaat untuk membeli. Sehingga, dalam lima tahun ke belakang itu terbesar kelima di dunia,ÔÇØ ujar dia.