Pemanfaatan energi bersih terus dioptimalkan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk merealisasikan target Net Zero Emission 2060. Langkah ini selaras dengan perhatian besar dari publik serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana kajian ilmiah proyek panas bumi atau geothermal.
Seperti dikutip dari Media Indonesia, Jawa Barat menjadi daerah prioritas karena menyimpan cadangan panas bumi terbesar di Indonesia. Potensi strategis ini mampu memasok listrik bersih secara konsisten selama 24 jam penuh.
Kebutuhan terhadap energi rendah emisi yang terus meningkat membuat proyek geothermal di Jawa Barat menjadi solusi nyata. Kehadiran energi ini mampu menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan listrik nasional dan kelestarian alam secara berkelanjutan.
Ahli vulkanologi dari Universitas Padjadjaran, Prof Nana Sulaksana menjelaskan bahwa secara teknis operasional panas bumi dirancang sejak awal untuk melindungi lingkungan, terutama sumber air warga.
ÔÇ£Pengeboran dilakukan sangat dalam pada kedalaman reservoir antara 1.500 hingga 3.000 meter di bawah permukaan tanah. Lapisan tersebut berada jauh di bawah zona air tanah dangkal yang digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, yang umumnya terletak di kedalaman 100 hingga 200 meter. Kedua zona ini terpisah secara alami oleh lapisan batuan penutup (cap rock) yang bersifat kedap, sehingga air panas bumi tidak akan mengganggu atau mencemari sumber air warga,ÔÇØ ujarnya.
Sistem sirkulasi tertutup atau closed-loop system diterapkan pada proyek geothermal di Jawa Barat. Mekanisme ini membuat seluruh fluida air panas bumi yang telah diambil akan dikembalikan sepenuhnya ke dalam tanah melalui sumur reinjeksi, sehingga pasokan air permukaan masyarakat tidak terganggu.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) menggunakan metode pipa khusus yang kokoh serta minim bukaan lahan. Karakteristik operasional ini sangat berbeda dengan sektor tambang terbuka.
Aktivitas PLTP juga diawasi oleh sistem pemantauan seismik digital selama 24 jam untuk mendeteksi getaran sekecil apa pun. Model pengelolaan yang aman ini telah terbukti sukses berjalan puluhan tahun di PLTP Kamojang.
Implementasi teknologi dan tata kelola yang aman sudah terbukti pada sejumlah proyek geothermal yang beroperasi puluhan tahun di Jawa Barat. Beberapa di antaranya adalah PLTP Kamojang, PLTP Wayang Windu, dan PLTP Patuha.
PLTP Kamojang yang berlokasi di wilayah Garut dan Kabupaten Bandung telah beroperasi sejak 1982 sebagai pionir panas bumi nasional. Kehadiran industri ini justru memicu pelestarian alam melalui konservasi satwa endemik seperti Owa Jawa dan Elang Jawa, serta penanaman puluhan ribu pohon.
Melalui tata kelola hidrologi yang baik, PLTP Kamojang kini dikembangkan menghasilkan Green Hydrogen melalui inovasi Hydrogen of Things. Inovasi ini memanfaatkan sisa air hasil operasional untuk mendukung ekosistem transportasi bebas emisi tanpa mengganggu siklus air alami.
Sementara itu, infrastruktur pembangkitan listrik di PLTP Wayang Windu terbukti beroperasi harmonis di tengah Perkebunan Teh Malabar. Produksi energi bersih berjalan selaras tanpa mengganggu komoditas teh maupun kegiatan ekowisata alam di sekitarnya.
Di sisi lain, PLTP Patuha merealisasikan komitmen keberlanjutan melalui pemberdayaan ekonomi warga di kawasan Ciwidey. Pemanfaatan langsung energi panas bumi digunakan untuk fasilitas pengeringan kopi dan pembinaan kelompok tani lokal guna meningkatkan ekonomi warga sekaligus menjaga vegetasi hutan.
Tata kelola proyek panas bumi di Jawa Barat menunjukkan komitmen pada operasional yang aman dan pelestarian lingkungan. Kolaborasi aktif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat memastikan ketahanan energi nasional berjalan selaras dengan pembangunan daerah.