PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode saham WBSA bersiap melakukan pencatatan perdana saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026. Emiten baru yang bergerak di sektor transportasi dan logistik ini akan masuk dalam kategori papan Syariah.
Kehadiran WBSA di pasar modal menjadi sorotan investor karena perusahaan berada di industri yang terus berkembang pesat. Dilansir dari Stocksetup, pertumbuhan ini didorong oleh masifnya aktivitas belanja daring serta distribusi barang secara nasional.
Perusahaan telah merampungkan masa penawaran e-IPO dengan melepas sebanyak 1.800.000.000 lembar saham. Jumlah tersebut mewakili sekitar 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Didirikan pada 19 Maret 2021, perusahaan yang bermarkas di Jakarta Timur ini menyediakan layanan logistik terintegrasi. Fokus utamanya mencakup manajemen rantai pasok dari hulu hingga hilir untuk pasar domestik maupun internasional.
Model bisnis WBSA didukung oleh berbagai lini usaha yang komprehensif untuk memperkuat posisi di rantai pasok nasional. Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan meliputi:
- Angkutan Multimoda: Pengiriman barang melalui kombinasi jalur darat dan laut dalam satu kesatuan kontrak.
- Freight Forwarding: Pengurusan dokumen dan distribusi barang dari pengirim ke penerima.
- Pergudangan dan Penyimpanan: Pengelolaan stok dan pusat distribusi barang.
- Cold Storage: Layanan penyimpanan khusus untuk produk farmasi dan makanan yang membutuhkan suhu tertentu.
- Logistik Terintegrasi: Solusi rantai pasok lengkap dari pengangkutan awal hingga tujuan akhir.
Struktur Kepemilikan dan Afiliasi
Struktur pemegang saham WBSA menunjukkan dukungan ekosistem bisnis yang kuat. Pemegang saham pengendali perusahaan ini adalah Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura.
Selain itu, terdapat jejak afiliasi strategis dengan grup besar di Indonesia, yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Keterkaitan ini memberikan sinyal adanya dukungan jaringan bisnis yang luas di belakang operasional WBSA.
Rincian Penawaran Umum Perdana
Dalam aksi korporasi ini, WBSA menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp168 per lembar saham. Target perolehan dana dari lantai bursa diproyeksikan mencapai sekitar Rp302 miliar.
Masa penawaran umum telah dilangsungkan pada periode 2 hingga 8 April 2026 sebelum akhirnya resmi tercatat di bursa. Dana yang dihimpun dari publik tersebut rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi.
Pihak manajemen menyatakan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk akuisisi perusahaan logistik lain guna memperluas jangkauan bisnis. Selain itu, dana juga dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional harian.
Capaian Kinerja Keuangan
Meskipun baru beroperasi beberapa tahun, WBSA menunjukkan performa keuangan yang cukup agresif. Hingga periode September 2025, perusahaan berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp1,54 triliun.
Angka tersebut mencerminkan tingginya permintaan pasar terhadap jasa logistik terpadu di Indonesia. Pertumbuhan pendapatan ini sejalan dengan strategi ekspansi perusahaan yang terus mengincar ceruk pasar e-commerce dan perdagangan umum.