Profesi host live streaming kini semakin diminati sebagai pilihan karier di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital dengan target omzet harian mencapai belasan juta rupiah pada Jumat (17/4/2026). Fenomena ini menjadi alternatif lapangan kerja baru bagi masyarakat meski menuntut ketahanan fisik dan kemampuan persuasi yang tinggi selama berjam-jam di depan kamera.
Ririn, seorang penyiar penjualan kosmetik, menjelaskan bahwa durasi siaran dalam sehari dapat mendekati atau bahkan melebihi jam kerja normal pada umumnya, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Sistem kerja tersebut biasanya dibagi dalam beberapa jadwal piket atau shift yang berlangsung sepanjang waktu.
"Untuk waktunya tergantung pada perusahaan, ada yang 6 jam, 8 jam dan 9 jam," kata Ririn.
Model operasional perusahaan yang mempekerjakan host live streaming biasanya tidak berhenti selama 24 jam penuh untuk menjaga jangkauan penonton. Pembagian waktu kerja dilakukan secara ketat untuk memastikan siaran terus berjalan tanpa jeda lama.
"Hampir semua perusahaan yang memiliki pekerjaan sebagai host live itu bekerja selama 24 jam. Mereka membagi menjadi 3 shift atau 2 shift," kata dia.
Selain durasi kerja yang panjang, para host juga dibebani target penjualan yang signifikan setiap harinya. Strategi permainan harga sering digunakan untuk memancing minat calon pembeli agar segera melakukan transaksi di platform tersebut.
"Biasanya untuk menarik perhatian penonton untuk masuk live kita melakukan permainan harga produk. Misal harga asli di Rp 500.000 menjadi Rp 200.000 dalam beberapa waktu, dengan ketentuan tertentu," kata Ririn.
Tekanan kerja semakin terasa karena adanya evaluasi rutin terhadap performa penjualan masing-masing individu. Jika capaian omzet bulanan dan harian tidak memenuhi standar perusahaan, maka posisi host tersebut terancam digantikan oleh orang lain.
"Kalau dari tempat yang sekarang sehari live harus tembus Rp 8 - 15 juta. Omzet satu bulan Rp 70 juta 1 orang," kata dia.
Perusahaan lebih mengutamakan individu yang tidak hanya lancar berbicara, tetapi juga memiliki kemampuan menjual yang mumpuni. Hal ini sering kali menjadi sumber tekanan bagi mereka yang baru terjun ke profesi tersebut.
"Evaluasi, Jika tidak bisa mengatasi, host akan diganti (cutt off)," jelasnya.
Ririn menambahkan bahwa meski terlihat spontan, para host biasanya dibekali dengan pelatihan dan panduan dasar sebelum memulai siaran. Kemampuan untuk menjaga suasana tetap hidup dan menarik minat penonton merupakan kunci keberhasilan proses penjualan.
"Sedangkan yang dicari sebuah perusahaan adalah seorang host yang bisa menjual produk. Di sana lah tekanan akan muncul dan merasa tidak nyaman," katanya.
Proses adaptasi dilakukan dengan mempelajari teknik komunikasi yang efektif untuk mengubah penonton menjadi pembeli. Script atau panduan tertulis disediakan untuk membantu host dalam menyusun narasi promosi produk.
"Script-nya kayak tata cara penjualan, misalkan kita udah bisa ngomong nih di depan kamera, terus belajar bagaimana cara narik orang biar tertarik nonton live kita, trus baru mikirin bagaimana barang harus terjual," tuturnya.
Menjaga profesionalisme di depan kamera juga menjadi tantangan tersendiri bagi para host live. Mereka diwajibkan untuk selalu tampil ceria dan energik tanpa menunjukkan masalah pribadi kepada pemirsa.
"Kalau saya pribadi untuk menjadi kestabilan mood saya, cukup fokus pada pekerjaan, usahakan tidak membawa ponsel pribadi saat melakukan live, karena itu akan memecah konsentrasi," ujarnya.
Keyakinan pada keberlanjutan profesi ini muncul karena ketergantungan masyarakat terhadap platform digital yang semakin kuat. Ririn memandang pekerjaan ini memiliki prospek jangka panjang yang stabil.
"Saat ini saya melihat semua serba digital, dan sebagai host ini merupakan pekerjaan yang bisa dijalani dalam jangka panjang," katanya.
Host lainnya bernama Andini mengungkapkan bahwa waktu puncak penjualan biasanya terjadi pada malam hari antara pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB. Pada jam tersebut, penonton memiliki lebih banyak waktu luang untuk menyimak siaran.
ÔÇ£Sekitar 20.00 WIB sampai 23.00 malam. Tapi tergantung produk juga," kata Andini.
Daya beli konsumen cenderung meningkat pada malam hari, yang memperbesar peluang terjadinya transaksi atau closing. Strategi menahan produk unggulan hingga jam puncak sering diterapkan untuk memaksimalkan hasil.
ÔÇ£Selain itu, di malam hari juga biasanya daya beli lagi naik. Banyak yang habis gajian atau memang sengaja nunggu malam buat checkout. Jadi bukan cuma penontonnya yang banyak, tapi peluang closing juga lebih tinggi dibanding siang," kata dia.
Interaksi yang intens antara host dan penonton membuat durasi tonton menjadi lebih lama dibandingkan siang hari. Hal ini dimanfaatkan untuk meluncurkan penawaran terbatas atau flash sale.
ÔÇ£Orang bisa stay 10ÔÇô20 menit, bahkan lebih. Jadi di situ kita biasanya main strategi, misalnya tahan produk best seller sampai jam-jam peak, atau bikin flash sale di tengah live supaya orang yang sudah nonton lama jadi langsung checkout," ujarnya.
Seorang penonton bernama Zahra menyatakan bahwa ia sering menonton siaran langsung pada malam hari hanya untuk mengisi waktu luang. Ketertarikannya muncul karena gaya pembawaan host yang interaktif.
ÔÇ£sebenarnya iseng aja sih, tapi karena kalau malam tuh kan suka bosen ya, scrol-scroll sosmed akhirnya nonton live," kata Zahra.
Zahra menilai siaran langsung memberikan pengalaman belanja yang lebih nyata karena ia dapat melihat detail produk secara langsung. Komunikasi dua arah melalui fitur chat membuat pengalaman tersebut terasa lebih hidup.
ÔÇ£Biasanya karena cara host-nya ngomong yang menarik. Karena suka lihatnya interaksi antar chat penonton dan hostnya itu. Kalau belanjanya sih jarang," kata dia.
Keputusan untuk membeli suatu produk sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan penonton terhadap penjelasan host. Demonstrasi penggunaan produk secara langsung menjadi nilai tambah tersendiri.
ÔÇ£Kalau live itu lebih real, bisa lihat barangnya langsung dipakai atau dicoba. Jadi lebih yakin dibanding cuma lihat foto," katanya.
Faktor keyakinan konsumen terhadap kualitas barang sering kali bersumber dari cara host meyakinkan pemirsa selama siaran. Zahra mengakui sering bertanya detail teknis produk sebelum mempertimbangkan transaksi.
ÔÇ£Kadang iseng tanya juga sih, terutama soal ukuran atau detail produk," ucap dia.
Zahra menegaskan bahwa profesionalisme host dalam menyampaikan informasi menjadi penentu utama dalam membangun kepercayaan pembeli. Kejelasan informasi membantu konsumen meminimalkan keraguan.
ÔÇ£Kalau host-nya meyakinkan, kita jadi lebih percaya sama produknya," katanya.
Pakar marketing Yuswohady menilai tren ini sebagai bentuk pekerjaan gig yang menjadi bumper di tengah sulitnya mencari pekerjaan formal. Fleksibilitas menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja saat ini.
ÔÇ£Jadi, PHK di mana-mana, kemudian kerjaan makin sulit, sementara kebutuhan, inflasi tinggi. Jadi pekerjaan gig namanya, pekerjaan gig itu menjadi pilihan sekarang," kata Yuswohady.
Kemudahan persyaratan untuk menjadi host live membuat profesi ini terbuka lebar bagi banyak orang. Keterampilan utama yang dibutuhkan hanyalah kemampuan berkomunikasi dan mentalitas sebagai penjual.
ÔÇ£Karena untuk menjadi sales atau menjadi host ini relatif juga sebenarnya enggak begitu sulit yang penting bisa jualan kan?ÔÇØ katanya.
Pekerjaan ini dianggap sebagai penyerap tenaga kerja yang tidak tertampung di sektor formal akibat tekanan ekonomi. Meskipun demikian, risiko ketidakpastian pendapatan tetap membayangi para pekerja gig ini.
ÔÇ£Jadi ini bisa menjadi bumper atau menjadi absorber dari sektor formal yang tidak mampu menampung luapan tenaga kerja. Ini bisa menjadi alternatif untuk gig pekerja ini," katanya.
Dari sisi regulasi, pengamat ketenagakerjaan Tadjuddin Noer memperingatkan perlunya aturan hukum yang jelas untuk melindungi para host live streaming. Saat ini, profesi tersebut masih berada di area yang belum terawasi secara ketat.
ÔÇ£Belum ada regulasi khusus untuk itu, mereka kan bisa berbuat apa saja dengan aplikasi-aplikasi,ÔÇØ ujar Tadjuddin.
Ketiadaan standar jam kerja dan jaminan sosial menjadikan posisi pekerja rentan terhadap eksploitasi atau penipuan. Regulasi dinilai penting untuk menetapkan standar profesi yang sehat dan aman bagi semua pihak.
ÔÇ£Perlu (regulasi khusus)karena itu nanti jadi satu profesi kemudian kalau enggak ada regulasi digunakan orang untuk menipu segala macam itu,ÔÇØ kata dia.