Presiden Prabowo Subianto Laksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis

Presiden Prabowo Subianto Laksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto Laksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis.

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan rangkaian kunjungan resmi kenegaraan ke Prancis yang dinilai didasari oleh pertimbangan khusus demi membawa dampak positif bagi Indonesia, seperti dilansir dari Investor Daily pada Rabu (27/5/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penegasan mengenai besarnya kegunaan dari agenda internasional yang dilakukan oleh kepala negara tersebut setelah melaksanakan ibadah bersama di Masjid Istiqlal Jakarta.

"Presiden ada pertimbangan-pertimbangan khusus untuk melakukan kunjungan, tidak hanya ke luar negeri, tetapi ke dalam negeri juga tentu ada pertimbangan-pertimbangan dan kami yakin nanti akan membawa manfaat untuk Indonesia di masa yang akan datang," kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.

Faktor kebermanfaatan bagi masyarakat dalam negeri senantiasa menjadi tolok ukur utama dalam setiap rencana perjalanan dinas presiden ke berbagai wilayah domestik maupun global.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan posisi keberadaan pemimpin negara di Eropa yang bertepatan dengan momen perayaan keagamaan karena menyesuaikan jadwal yang telah disusun.

"Kan tahun lalu di sini, tahun ini kebetulan bertepatan juga dengan kunjungan kenegaraan, state visit," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Fadli Zon menambahkan bahwa ibadah hari raya dapat ditunaikan di lokasi mana saja di seluruh dunia, dan pada kesempatan kali ini berlokasi di Paris.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan tertulis di Jakarta pada Selasa (26/5/2026) mengenai detail aktivitas kepresidenan selama berada di luar negeri.

"Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan Shalat Idul Adha dan silahturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.

Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi kedatangan pemimpin negara di Paris menandai dimulainya agenda resmi yang pengerjaannya telah direncanakan sejak tahun lalu setelah mengalami beberapa kali penundaan jadwal.

Artikel terkait

Rekomendasi