Premi Unit Link Turun OJK Siapkan Regulasi Transparansi Baru

Premi Unit Link Turun OJK Siapkan Regulasi Transparansi Baru
Foto: Ilustrasi Premi Unit Link Turun OJK Siapkan Regulasi Transparansi Baru.

Produk unit link di Indonesia tengah mengalami pergeseran tren yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun Investortrust, dari total 58 perusahaan asuransi di Indonesia, saat ini masih terdapat 31 perusahaan yang memasarkan produk unit link tersebut.

CEO Investortrust Primus Dorimulu memaparkan bahwa premi asuransi jiwa tradisional menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Nilainya melonjak dari Rp 67,6 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 138,4 triliun pada tahun 2025.

Kondisi berbeda terjadi pada premi unit link yang sempat menyentuh angka tertinggi sebesar Rp 127,3 triliun pada 2021. Nilai tersebut kemudian merosot drastis hingga tersisa Rp 42,5 triliun pada tahun 2025.

"Kita melihat apakah tren ini akan terus terjadi atau ada pembalikan arah," kata Primus saat membuka acara Best Unit Link Awards 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Guna mengatasi dinamika ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok regulasi baru pada tahun 2026. Langkah ini bertujuan memperketat transparansi produk unit link di pasar domestik.

Melalui aturan tersebut, perusahaan asuransi didorong untuk beralih menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan nasabah dan edukasi. Pola bisnis diharapkan tidak lagi sekadar berfokus pada target penjualan produk semata.

Peluang kebangkitan unit link juga didorong oleh penguatan pasar modal nasional. Pemerintah telah menaikkan batas investasi saham untuk investor institusi seperti asuransi, dana pensiun, dan BP Jamsostek dari 10% menjadi 20%.

Primus menilai edukasi keuangan dan peningkatan profesionalisme agen asuransi memegang peranan krusial. Langkah mitigasi ini diperlukan demi menghindari praktik penawaran yang tidak tepat di lapangan.

"Edukasi tidak boleh kita berhenti, kita terus tingkatkan. Profesionalisme para agen juga harus ditingkatkan agar jangan lagi terjadi misselling," tegas dia.

Meskipun menghadapi tantangan, masa depan lini bisnis ini dinilai masih menjanjikan. Perpaduan antara unsur proteksi dan investasi tetap menjadi nilai tawar yang kuat bagi calon nasabah.

"Bagaimana pun juga namanya proteksi plus investasi jauh lebih baik daripada sekadar hanya proteksi saja," tandas Primus.

Dalam ajang penghargaan tersebut, terdapat 28 perusahaan asuransi yang dinilai sukses mengelola kinerja produk perlindungan dan investasi mereka. Penghargaan diberikan kepada total 168 produk unit link yang memuaskan nasabah.

PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya memimpin perolehan dengan total 16 penghargaan. PT Asuransi Simas Jiwa menyusul di peringkat kedua dengan 14 penghargaan, diikuti oleh PT BNI Life Insurance yang mengoleksi 13 penghargaan.

Selanjutnya, PT AIA Financial berhasil membawa pulang 12 penghargaan, PT Prudential Life Assurance mengantongi 11 penghargaan, dan PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatatkan 10 penghargaan.

Pada jajaran peraih penghargaan menengah, PT AXA Financial Indonesia sukses mengamankan sembilan penghargaan. Sementara itu, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah, dan PT Chubb Life Insurance Indonesia masing-masing memperoleh delapan penghargaan.

Empat perusahaan tercatat memperoleh tujuh penghargaan, yaitu PT Asuransi Jiwa Starinvestama, PT AXA Mandiri Financial Services, PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk, dan PT Sun Life Financial Indonesia.Untuk kategori berikutnya, PT Asuransi BRI Life, PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera, dan PT PFI Mega Life Insurance masing-masing membawa pulang empat penghargaan. PT Asuransi Jiwa Sequis Life bersama PT FWD Insurance Indonesia meraih tiga penghargaan.

Beberapa korporasi terpilih mengamankan dua penghargaan, meliputi PT Asuransi Jiwa Astra, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, PT Panin Dai-ichi Life, serta PT Prudential Sharia Life Assurance.

Sedangkan kelompok peraih satu penghargaan terdiri atas PT Asuransi Jiwa IFG, PT Avrist Assurance, PT Bhinneka Life Indonesia, PT MNC Life Assurance, dan PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi