Premi Asuransi Umum 2025 Tumbuh Positif Sentuh Rp112,81 Triliun

Premi Asuransi Umum 2025 Tumbuh Positif Sentuh Rp112,81 Triliun
Foto: Ilustrasi Premi Asuransi Umum 2025 Tumbuh Positif Sentuh Rp112,81 Triliun.

Industri asuransi umum di Indonesia membukukan capaian positif sepanjang tahun 2025 lewat pertumbuhan pendapatan premi yang solid. Seperti dilansir dari Investortrust, performa ini memperlihatkan ketahanan sektor proteksi umum di tengah dinamika ekonomi.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa perolehan premi industri melonjak sebesar 4,8%. Akumulasi nilai premi meningkat dari Rp107,66 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp112,81 triliun di akhir tahun 2025.

"Untuk pencatatan premi seluruh lini bisnis itu secara total mengalami kenaikan sebesar 4,8%," ujarnya, dalam Konferensi Pers AAUI Triwulan IV 2025, Jumat (20/2/2026).

Trinita Situmeang selaku Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset menjelaskan beberapa sektor menunjukkan lompatan persentase yang signifikan. Lini bisnis tersebut mencakup asuransi aneka, suretyship, energy on shore, serta asuransi kredit.

Empat sektor utama yang menjadi penopang terbesar pendapatan premi tersebut meliputi asuransi properti, kredit, kendaraan bermotor, dan kesehatan.

Sektor properti mendominasi pasar dengan porsi 29,13% dari total premi atau setara Rp32,87 triliun pada 2025. Asuransi kredit menyusul di urutan kedua dengan kontribusi 16,88% yang bernilai Rp19,04 triliun.

Selanjutnya, lini perlindungan kendaraan bermotor mengantongi premi Rp19,02 triliun dengan pangsa pasar sebesar 16,86%. Sektor asuransi kesehatan turut menyumbang Rp9,35 triliun atau mengambil porsi 8,29% dari keseluruhan premi.

Di sisi lain, total pembayaran klaim oleh industri asuransi umum juga merangkak naik sebesar 4,1%. Jumlah klaim yang dibayarkan membengkak dari Rp47,01 triliun pada 2024 menjadi Rp48,96 triliun sepanjang 2025.

Alokasi pembayaran klaim paling besar terserap oleh lini asuransi kredit dengan nilai mencapai Rp18,22 triliun atau memakan porsi 37,21% dari akumulasi klaim.

Sementara itu, realisasi klaim untuk sektor properti tercatat sebesar Rp8,58 triliun, disusul lini kendaraan bermotor senilai Rp7,53 triliun, dan perlindungan kesehatan sebesar Rp6,29 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi