Bank Mandiri Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Hingga 2027

Bank Mandiri Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Hingga 2027
Foto: Ilustrasi Bank Mandiri Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Hingga 2027.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed bakal mempertahankan suku bunga acuan Fed Funds Rate pada level 3,5 hingga 3,75 persen untuk periode 2026 dan 2027. Prediksi yang disampaikan pada Senin (11/5/2026) ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global serta tekanan inflasi dunia.

Proyeksi tersebut menandai perubahan arah kebijakan setelah The Fed sempat melakukan pemangkasan agresif sebesar 75 basis poin sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Money, pelemahan ekonomi global saat ini diperparah oleh konflik antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat yang mengganggu rantai pasok energi di Selat Hormuz.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa dinamika pasar telah bergeser dari ekspektasi penurunan bunga yang berkelanjutan menjadi kondisi bertahan. Meskipun sempat ada harapan pemangkasan berlanjut pada 2026, realita tekanan ekonomi mengubah pandangan institusinya terhadap kebijakan moneter AS ke depan.

"Cycle di tahun 2024 high for longer, yang kemudian berubah menjadi how low can you go. Pemangkasan suku bunga acuan di 2025 yang sangat agresif, diharapkan berlanjut di 2026. Tapi itu ekspektasinya menjadi kemungkinan sangat kecil bahwa suku bunga acuan akan dipangkas oleh The Fed," ujar Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri.

Andry menambahkan bahwa meskipun panduan awal menunjukkan masih ada ruang untuk satu kali penurunan tahun ini, data pasar menunjukkan sentimen yang berbeda. Ekspektasi pelaku pasar kini lebih condong pada stabilitas suku bunga tanpa ada pemangkasan tambahan hingga tahun depan.

"Kalau kita lihat dari guidance tahun 2026 itu, The Fed masih ada ruang untuk kemudian pemangkasan satu kali suku bunga acuan di tahun 2026 ini. Namun kalau lihat dari CME FedWatch, market memperkirakan tidak ada lagi pemangkasan suku bunga acuan. Tahun 2027 juga sama," ungkap Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri.

Kondisi kebijakan The Fed yang tetap tinggi dalam waktu lama ini berdampak langsung pada ruang gerak kebijakan moneter di dalam negeri. Head of Macroeconomic and Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, menilai situasi tersebut mempersempit peluang penurunan suku bunga Bank Indonesia.

"Kami melihat ruang penurunan (BI Rate) pun semakin terbatas," kata Dian Ayu Yustina, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Department Bank Mandiri.

Sebagai catatan, Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate sebanyak lima kali sepanjang 2025 dari posisi 6 persen menjadi 4,75 persen. Namun, sepanjang tahun 2026 berjalan, BI belum melakukan perubahan suku bunga dan cenderung tidak lagi memberikan sinyal adanya ruang penurunan lebih lanjut sejak Maret 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi