Nilai tukar rupiah diprediksi mengalami penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (8/5/2026) seiring munculnya optimisme pasar terkait potensi berakhirnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Mata uang Garuda diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup menguat di tengah sentimen positif global.
Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah pada perdagangan Kamis (7/5), rupiah ditutup naik 0,30 persen ke level Rp17.320 per dolar AS. Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari Market, nilai tukar mata uang domestik sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp17.292 sepanjang hari tersebut.
Kondisi penguatan ini juga terlihat pada mayoritas mata uang di kawasan Asia, di mana dolar Singapura dan yuan China masing-masing menguat 0,17 persen. Selain itu, baht Thailand tercatat naik 0,28 persen, sementara won Korea menjadi salah satu yang melemah sebesar 0,21 persen.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa indeks dolar mengalami tekanan akibat ekspektasi pasar terhadap tawaran perdamaian Iran. Pihak Iran dilaporkan sedang mengkaji proposal dari Amerika Serikat yang diproyeksikan dapat mengakhiri ketegangan militer secara resmi.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar kini tengah menantikan rilis data klaim pengangguran awal serta pidato pejabat bank sentral AS. Laporan ketenagakerjaan April yang akan dipublikasikan pada Jumat (8/5) menjadi indikator kunci bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga mendatang.
Terkait kondisi dalam negeri, Ibrahim menyoroti beban fiskal yang semakin berat akibat tingginya harga energi di pasar global. Lonjakan harga ini memicu spekulasi mengenai perlunya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna menjaga kestabilan APBN.
"Dengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas," kata Ibrahim, Direktur Traze Andalan Futures.
Pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk mengubah harga BBM, meskipun kebijakan tersebut dipandang sebagai opsi terakhir demi menjaga daya beli masyarakat. Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS.