Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi rentan mengalami pelemahan pada perdagangan Senin, 17 Mei 2026 mendatang. Dilansir dari Investor Daily, pergerakan mata uang garuda diperkirakan akan fluktuatif namun berisiko ditutup pada rentang Rp 17.470 hingga Rp 17.530 per dolar AS.
Proyeksi penurunan nilai mata uang ini dipicu oleh sentimen konflik di Timur Tengah serta persiapan pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Selain itu, kondisi internal terkait posisi utang pemerintah turut membayangi pergerakan pasar uang domestik.
Pada perdagangan Rabu sore, 13 Mei 2026, rupiah sebenarnya sempat menunjukkan penguatan sebesar 53 poin. Mata uang ini ditutup pada level Rp 17.475 setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 17.528 per dolar AS, meskipun pada pagi hari sempat dibuka melemah ke posisi Rp 17.515.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa volatilitas pasar masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.470 - Rp 17.530," ungkap Ibrahim Assuaibi, Direktur PT. Traze Andalan Futures.
Pelemahan ini selaras dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran berada dalam kondisi kritis. Ibrahim juga menyoroti proyeksi rentang pergerakan mata uang untuk satu pekan ke depan.
"(Rupiah) untuk sepekan ke depan diprediksi di rentang Rp 17.420 - Rp 17.650," kata Ibrahim Assuaibi, Direktur PT. Traze Andalan Futures.
Dari faktor domestik, pelaku pasar memperhatikan posisi utang pemerintah yang mencapai Rp 9.920,42 triliun hingga akhir Maret 2026. Meski angkanya mendekati Rp 10.000 triliun, pemerintah melalui Menteri Keuangan menyatakan jumlah tersebut masih dalam kategori aman.
Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini tercatat sebesar 40,75 persen. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara, yakni sebesar 60 persen dari PDB.