Societe Generale Prediksi Harga Emas Turun ke Level 4.350 Dolar AS

Societe Generale Prediksi Harga Emas Turun ke Level 4.350 Dolar AS
Foto: Ilustrasi Societe Generale Prediksi Harga Emas Turun ke Level 4.350 Dolar AS.

Analis komoditas di Societe Generale memprediksi harga emas berisiko merosot lebih lanjut hingga ke level US$ 4.350 per troy ounce setelah mengalami tekanan signifikan sejak dua bulan lalu. Penurunan komoditas tersebut terjadi usai harganya tergelincir di bawah rata-rata pergerakan selama 50 hari.

Seperti dilansir dari Investor Daily yang mengutip Kitco News pada Kamis (21/5/2026), pergerakan emas saat ini berada di bawah level US$ 4.500 per troy ounce. Kegagalan komoditas ini untuk merebut kembali momentum memicu kekhawatiran terkait keberlanjutan tren penurunan harga di pasar.

Pihak lembaga keuangan tersebut menyoroti kinerja pergerakan komoditas logam mulia ini yang terus melemah dalam beberapa bulan terakhir.

"Harga emas telah mengalami penurunan setelah tergelincir di bawah 50-DMA pada bulan Maret 2026," ungkap para analis di Societe Generale.

Institusi finansial tersebut kemudian memberikan penjelasan mengenai proyeksi pergerakan pasar ke depan. Fleksibilitas harga diperkirakan akan menguji titik support baru dalam waktu dekat.

"Kegagalan untuk merebut kembali momentum selama pergerakan rebound terbaru menggarisbawahi keberlanjutan tren penurunan," bebernya.

Berdasarkan hasil analisis teknikal, terdapat titik pertemuan indikator yang dapat menjadi penahan kejatuhan harga lebih dalam.

"Pertemuan antara rata-rata pergerakan harga selama 200 hari (200-DMA) dan garis tren naik multi-tahun di dekat US$ 4.350 bisa menjadi support potensial berikutnya," kata mereka.

Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk melihat daya tahan komoditas ini di pasar global.

"Penting untuk mengamati apakah emas dapat bertahan di atas level ini dan mencoba memantul," tambahnya.

Di sisi lain, institusi ini juga memproyeksikan batas atas pergerakan harga jika terjadi pembalikan arah dalam jangka pendek. Level resistensi baru telah dipetakan berdasarkan tren terkini.

"Jika terjadi rebound jangka pendek pada harga emas maka titik tertinggi logam mulia diprediksi sekitar US$ 4.685 - US$ 4.775 di level resistensi," kata para analis di Societe Generale menambahkan.

Sebelumnya, bank asal Prancis tersebut telah menerbitkan laporan strategi Portofolio Multi-Aset pada 23 Maret 2026 yang menunjukkan perubahan sikap investasi. Perusahaan memutuskan untuk memangkas eksposur emasnya menjadi 7 persen dari yang sebelumnya sebesar 10 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Langkah penurunan porsi kepemilikan emas ini menjadi yang pertama kalinya dilakukan oleh bank tersebut sejak tahun 2022. Meskipun demikian, pihak institusi dilaporkan tetap optimistis bahwa harga logam mulia tersebut masih berpotensi menyentuh level US$ 6.000 per troy ounce pada akhir tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi