Lombard Odier Prediksi Harga Emas Tembus 5.400 Dolar Per Ons Troi

Lombard Odier Prediksi Harga Emas Tembus 5.400 Dolar Per Ons Troi
Foto: Ilustrasi Lombard Odier Prediksi Harga Emas Tembus 5.400 Dolar Per Ons Troi.

Prospek harga komoditas emas diproyeksikan tetap kuat dan berpotensi mencetak rekor tertinggi baru hingga menembus level 5.400 dolar AS per ons troi dalam 12 bulan mendatang. Penguatan ini diperkirakan tetap terjadi meskipun pasar global sempat mengalami guncangan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Proyeksi optimis tersebut dilansir dari Investor Daily berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis oleh bank swasta asal Swiss, Lombard Odier. Pelemahan harga yang terjadi pada komoditas ini beberapa waktu terakhir dinilai hanya merupakan dampak dari sentimen pasar jangka pendek.

"Momentum emas memang melambat, tetapi ini bukan pembalikan tren struktural," ujar Kiran Kowshik, Global FX Strategist Lombard Odier.

Kowshik menjelaskan bahwa tekanan yang sempat membayangi pergerakan emas dipicu oleh lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi global. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi serta penguatan mata uang dolar Amerika Serikat turut menekan daya tarik emas sebagai aset aman.

Sebelumnya, pergerakan harga emas sempat mencatat lonjakan signifikan hingga menyentuh rekor tertinggi di level 5.595,41 dolar AS per ons troi pada Januari 2026. Namun, eskalasi konflik antara Iran dan Israel memicu koreksi lebih dari 10 persen hingga membuat harga komoditas ini merosot ke level 4.099 dolar AS per ons troi pada pertengahan Maret sebelum bergerak di kisaran 4.560 dolar AS per ons troi.

Tren positif emas untuk jangka menengah dan panjang diperkirakan tetap terjaga karena tingginya permintaan dari investor institusi dan bank sentral dunia. Sanksi finansial Amerika Serikat terhadap Rusia juga memicu banyak negara beralih memperkuat cadangan emas mereka sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar.

Berdasarkan data World Gold Council, total permintaan emas global pada kuartal pertama tahun 2026 telah mencapai 790 ton. Dari total jumlah tersebut, aksi beli bersih yang dilakukan oleh bank sentral global mencatatkan angka 244 ton atau mengalami pertumbuhan sebesar 3 persen secara tahunan, dengan kontribusi permintaan fisik terbesar berasal dari China.

Faktor lain yang akan menentukan arah pergerakan harga ke depan adalah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat. The Fed diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka di sepanjang tahun 2026 dan baru membuka peluang pelonggaran moneter pada akhir tahun.

"Kami tetap mempertahankan target harga emas US$ 5.400 per ons troi dalam 12 bulan ke depan," tulis Kiran Kowshik.

Artikel terkait

Rekomendasi