Dominasi pasar otomotif masa depan diprediksi hanya akan dikuasai oleh lima pabrikan besar asal China. Prediksi ini disampaikan oleh CEO XPeng, He Xiaopeng, yang melihat adanya seleksi alam dalam industri yang sangat kompetitif tersebut.
Dilansir dari Otomotif, kelima produsen utama ini diperkirakan bakal meraup pendapatan hingga triliunan yuan. Skala bisnis sebesar itu diproyeksikan mampu menghasilkan laba bersih mencapai ratusan miliar yuan bagi perusahaan yang bertahan.
He Xiaopeng menjelaskan bahwa untuk mencapai level dominasi tersebut, setiap pabrikan wajib memiliki volume penjualan yang sangat masif. Target penjualannya mencapai jutaan unit kendaraan setiap tahunnya agar bisnis tetap berkelanjutan.
Hingga saat ini, skala produksi jutaan unit per tahun baru berhasil dicapai oleh segelintir raksasa otomotif dunia. Nama-nama besar seperti Toyota, Volkswagen Group, Hyundai Motor Group, Stellantis, dan General Motors masih memimpin pasar global.
Di pasar domestik China sendiri, beberapa nama kuat mulai muncul sebagai kandidat penguasa masa depan. Daftar tersebut meliputi BYD, SAIC Motor, Geely, Chery, serta Great Wall Motors yang terus memperkuat posisinya.
Persaingan di industri otomotif China saat ini dinilai He masih berada dalam kondisi yang kurang sehat. Hal ini terlihat dari masifnya peluncuran model baru, seperti yang terjadi pada ajang Beijing Auto Show 2026.
"Industri akan lebih stabil jika persaingan tidak berlebihan. Dalam situasi itu pemain seperti XPeng, NIO, dan Li Auto berpeluang mencetak laba lebih dari 50 miliar yuan per tahun," ujar He Xiaopeng.
Visi Teknologi dan Performa Pasar 2025
Meskipun menaruh hormat pada perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh NIO, He memiliki perbedaan pandangan mengenai teknologi kendaraan. Fokus utama perbedaan tersebut terletak pada implementasi teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
He memandang EREV sebagai teknologi transisi sebelum menuju listrik sepenuhnya. Sementara itu, CEO NIO, William Li, lebih memilih untuk tetap berkomitmen pada pengembangan kendaraan listrik murni sebagai solusi akhir.
Berdasarkan data penjualan dunia tahun 2025, tiga produsen asal China telah menunjukkan taringnya dengan masuk ke daftar 10 besar merek terlaris. Ketiga perusahaan tersebut adalah BYD, SAIC, dan Geely.
BYD mencatatkan prestasi paling gemilang dengan naik ke posisi keenam dunia. Pencapaian ini membuktikan bahwa strategi elektrifikasi menjadi motor penggerak utama dalam persaingan otomotif global saat ini.
| Peringkat | Produsen Otomotif | Penjualan (Juta Unit) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| 1 | Toyota | 11,32 | naik 4,65 |
| 2 | Volkswagen | 8,98 | turun 0,51 |
| 3 | Hyundai Motor | 7,27 | naik 0,60 |
| 4 | General Motors | 6,18 | naik 3,03 |
| 5 | Stellantis | 5,48 | naik 1,27 |
| 6 | BYD | 4,60 | naik 7,72 |
| 7 | SAIC | 4,51 | naik 12,33 |
| 8 | Ford | 4,40 | turun 1,68 |
| 9 | Geely | 4,12 | naik 26,03 |
| 10 | Honda | 3,52 | turun 7,53 |