Prospek asuransi kesehatan pada 2026 diprediksi tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap risiko penyakit umum maupun kritis.
Dilansir dari Investortrust, Direktur Zurich Life Santy Gui menjelaskan bahwa meskipun terjadi pergeseran pilihan produk dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kesadaran publik terus menunjukkan perbaikan yang signifikan.
"Kalau dari sisi volume, kita melihat kebutuhan yang cukup baik, terutama untuk asuransi kesehatan," ujar Santy Gui di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan bahwa lonjakan biaya layanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat untuk lebih memahami manfaat produk asuransi. Faktor edukasi yang masif juga memegang peranan krusial.
"Satu poin yang paling penting adalah edukasi ke masyarakat supaya mereka mengerti produk A, B, C itu fiturnya apa saja dan paling tepat digunakan untuk apa," katanya.
Santy optimistis bahwa industri asuransi kesehatan memiliki masa depan yang cerah seiring dengan pemahaman masyarakat yang kian mendalam terhadap fungsi setiap fitur produk.
"Dengan kesadaran yang semakin meningkat dari edukasinya ini, ke depannya kita melihat prospek asuransi (kesehatan) itu masih sangat baik," ucap Santy Gui.
Senada dengan hal tersebut, Head of Propositions Zurich Life Yohan Dharmawan menyebutkan bahwa tren permintaan asuransi secara umum memberikan sinyal yang menggembirakan bagi pelaku industri.
Menurutnya, asuransi kesehatan menjadi segmen yang paling konsisten diminati dan tidak pernah mengalami penurunan animo dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
"I saya sangat optimis trennya (asuransi kesehatan) positif. Kalau tiga sampai empat tahun terakhir, produk yang selalu dicari dan tidak pernah turun animonya adalah produk asuransi kesehatan," ujar Yohan.
Yohan menilai asuransi kesehatan memiliki relevansi yang sangat luas karena dibutuhkan oleh seluruh kelompok masyarakat, tanpa memandang usia ataupun status kehidupan seseorang.
"Kalau misalkan asuransi jiwa (orang) masih mikir kalau yang menerima (manfaat) bukan saya. Kalau orang single belum punya tanggungan sih tidak relevan," katanya.
"Tapi kalau asuransi kesehatan, mau muda, tua, single, menikah, apapun kondisi kehidupannya itu pasti butuh dan pasti akan dicari," sambung Yohan.
Selain itu, Yohan menyoroti peningkatan minat pada proteksi penyakit kritis. Munculnya berbagai produk baru dari para penyedia asuransi tahun lalu menjadi indikasi kuat atas kebutuhan pasar yang terus berkembang.
"Itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat itu ada, semakin orang aware terhadap perlindungan tidak hanya yang penyakit biasa, tapi juga penyakit kritis," ucap Yohan.